selamat datang blog yudi erwanto SELAMAT DATANG

Tuesday, May 12, 2009

wira usaha 3

UAS-05-01
Istilah kewirausahaan diambil dari buku "Kamus
Dagang" yang digunakan SAVARY (1723), yaitu ...
A. enterpreneur
B. entrepreneur
C. entrepreneurship
D. entertainer
E. entertainership
UAS-05-02
Seorang wirausaha harus memiliki visi keinginan bagi
masa depan pribadi dan bisnisnya sehinggga mampu
mewujudkan impiannya.
Hal tersebut dikemukakan oleh ...
A. Philip Kopler
B. Wiliam J. Stanton
C. By grave
D. Gede Prama
E. Coni Semiawan
UAS-05-03
Kemampuan untuk mencari dan menemukan hal-hal
baru dengan penggalian gagasan dinamika adalah ...
A. inovatif
B. kreatif
C. kreativitas
D. komunikatif
E. prospektif
UAS-05-04
Kemampuan untuk membuat kombinasi-kombinasi
baru atau melihat hubungan baru antarunsur, data,
variable yang sudah ada sebelumnya dinamakan ...
A. inovatif
B. kreatif
C. kreativitas
D. komunikatif
E. prospektif
UAS-05-05
Seseorang yang menyampaikan pesan atau informasi
dalam sebuah proses komunikasi dinamakan …
A. komunikator
B. komunikam
C. komunikasi
D. komunitas
E. message
UAS-05-06
Suatu proses yang mengubah gagasan baru menciptakan
produk yang beda dengan yang ada sebelumnya
disebut ...
A. kreativitas
B. konseptual
C. inovasi
D. utility
E. kreasi
UAS-05-07
Pada prosesnya, penerapan kemampuan inovatif
menurut KURATKO ada empat jenis, yaitu ...
A. invensi, eksplorasi, duplikasi, sintesis
B. invensi, ekstensi, duplikasi, sintesis
C. renovasi, modifikasi, duplikasi, invensi
D. renovasi, modifikasi, sintesis, ekstensi
E. modifikasi, aplikasi, invensi, eksplorasi
UAS-05-08
Suatu sistem pemberian hukuman atau penghargaan/
hadiah bagi seorang atau sekelompok orang karena
kesalahan atau keberhasilan yang diciptakan disebut ...
A. potensi
B. sosialisasi
C. self confidence
D. punishment and reward
E. otosugesti
UAS-05-09
Sikap menepati atau mentaati norma (aturan) yang
sering terkait dengan faktor waktu disebut ...
A. teledor
B. prosesif
C. apatis
D. disiplin
E. krealif
UAS-05-10
Dalam menentukan produk yang akan dihasilkan, salah
satu pertimbangan yang perlu diperhatikan oleh
seorang wirausahawan adalah ...
A. kondisi persaingan usaha
B. permintaan pasar terhadap produk
C. manfaat produk bagi konsumen
D. kemampuan marketing
E. permintaan produsen
UAS-05-11
Salah satu yang tidak termasuk dari 10 (sepuluh)
karakteristik wirausahawan menurut BYGRAVE
adalah ...
A. doers
B. dedication
C. destiny
D. door
E. distribute
UAS-05-12
Siswa diharapkan mampu memiliki kepekaan terhadap
arti lingkungan tempat bekerja di dunia usaha/ industri
adalah salah satu dari ...
A. tujuan studi wisata
B. tujuan siswa magang atau prakerin
C. manfaat magang
D. manfaat observasi
E. tujuan praktek
UAS-05-13
Mau dan mampu mengatakan sesuatu seperti apa
adanya adalah sebuah cermin sikap ...
A. rendah diri
B. jujur
C. benar
D. optimis
E. pesimis
UAS-05-14
Sikap tepat waktu akan menentukan kejadian-kejadian
pada masa yang akan datang menjadi lebih baik, karena
...
A. tepat waktu adalah organisasi
B. tepat waktu adalah ukuran
C. tepat waktu adalah keberhasilan
D. tepat waktu adalah nilai uang
E. tepat waktu adalah kekuasaan
UAS-05-15
Sinkronisasi program keahlian yang dituntut oleh
DU/DI dapat diupayakan dengan sistem ...
A. pembelajaran in house
B. diklat
C. magang/prakerin
D. training
E. kursus
UAS-05-16
Salah satu manfaat yang dapat diproleh jika calon
wirausaha memiliki kemampuan berkomunikasi adalah
...
A. mudah mendapat untung
B. mudah mengumpulkan informasi untuk mencari
peluang usaha
C. mudah mencari relasi/pelanggan
D. mudah menimba pengalaman
E. lebih berorientasi ke depan
UAS-05-17
Dalam menjual produk, seorang penjual harus
memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya kepada
pembeli/pelanggan.
Kegiatan ini dikenal dengan istilah ...
A. after sales service
B. pelayanan prima (top service)
C. pelayanan terpadu
D. pelayanan pembeli
E. garansi
UAS-05-18
Informasi berupa masukan nilai yang dapat dirasa,
misalnya peningkatan kualitas produk adalah ...
A. informasi primer
B. informasi kuantitatif
C. informasi kuaiitatif
D. informasi kontrol
E. infomasi sekunder
UAS-05-19
Salah satu faktor yang tidak termasuk dalam
pertimbangan pengambilan keputusan adalah ...
A. faktor fisik
B. faktor waktu
C. faktor manusia
D. faktor pelaksanaan
E. faktor genetis
UAS-05-2
Pertumbuhan ekonomi, neraca pembayaran luar negeri,
kesempatan kerja, tingkat inflasi adalah indikator
instrumen analisis ...
A. ekonomi global
B. ekonomi mikro
C. ekonomi makro
D. income perkapita
E. perdagangan
UAS-05-21
Rancangan kerja yang akan dikerjakan/dijalankan oleh
perusahaan adalah ...
A. tujuan perusahaan
B. program perusahaan
C. sasaran perusahaan
D. misi perusahaan
E. visi perusahaan
UAS-05-22
Suatu pekerjaan dapat dikatakan tidak efektif apabila ...
A. pekerjaan diselesaikan tepat waktu sesuai dengan
rencana dengan hasil yang memuaskan
B. pekerjaan diselesaikan tepat waktu tanpa hasil
yang memuaskan
C. pekerjaan dengan mengulur waktu penyelesaian
D. pekerjaan cepat selesai
E. pekerjaan gampang diselesaikan
UAS-05-23
Mengelompokkan pembeli/konsumen ke dalam kelompok
kecil yang memiliki ciri-ciri sama dinamakan ...
A. target market
B. marketing mix
C. marketing
D. market segmentation
E. strategi marketing
UAS-05-24
Dalam SWOT analysis, O adalah Opportunities yang
artinya adalah ...
A. kekuatan
B. peluang
C. kelemahan
D. ancaman
E. persaingan
UAS-05-25
Yang tidak termasuk ke dalam fungsi pemberian kredit
yaitu ...
A. meningkatkan daya guna modal uang
B. menstabilkan perekonomian
C. menimbulkan kegairahan dalam berbisnis
D. meningkatkan dalam kekayaan pribadi
E. meningkatkan daya guna barang
UAS-05-26
Teori penjualan AIDAS terurai atas ...
A. Attractive, Interest, Desire, Attention. Satisfaction
B. Attention, Instine, Desire, Attractive, Succes
C. Attention, Interest, Desire, Attractive, Satisfaction
D. Attraction, Inovatif, Destroyer, Actuve, Sales
E. Active, Inovation, Desire, Attention, Sales
UAS-05-27
Langkah awal dalam penyusunan proposal usaha
adalah ...
A. menerapkan aspek pemasaran
B. menetapkan jenis usaha yang diinginkan
C. menetapkan aspek produksi
D. menetapkan aspek yuridis
E. menetapkan aspek AMDAL
UAS-05-28
Menetapkan suatu produk baru dengan meniru produk
yang telah ada sebelumnya. Kemampuan tersebut
menurut KURATKO dinamakan ...
A. sintesis
B. invensi
C. ekstensi
D. duplikasi
E. industri
UAS-05-29
Respon timbal-balik dalam proses komunikasi disebut
...
A. message
B. giver
C. receiver
D. feedback
E. channel
UAS-05-3
SIUP adalah surat izin yang diberikan menteri atau
pejabat yang ditunjuk kepada pengusaha untuk
melaksanakan usaha di bidang ...
A. kelautan
B. pertanian
C. perikanan
D. minyak bumi dan gas
E. perdagangan dan jasa
UAS-05-31
Formulasi yang lazim digunakan pihak bank dalam
menilai pemberian kredit dikenal dengan istilah P4,
yaitu ...
A. Personality, Purpose, Prospect, Payment
B. Personality, Purchases, Prospect, Payment
C. Personality, Purpose, Project, Planing
D. Person, Project, Payment, Prospect
E. Person, Purchases, Prestatie
UAS-05-32
Tahapan awal dari teori penjualan AIDAS adalah
Attention, artinya ...
A. pembeli merasa tertarik dengan barang yang
dibelinya
B. pembeli tersentuh perasaan
C. barang yang dibeli cukup menarik perhatian
D. barang yang dibelinya dapat memberikan kepuasan
E. pembeli merasa jera untuk membeli
UAS-05-33
Manakala menjelang PEMELU maka peluang pasar
yang dapat menjanjikan keuntungan adalah ...
A. mengobral janji pada rakyat
B. menjual atribut serta aksesoris parpol peserta
pemilu
C. membuka usaha sablon
D. menjual makanan ringan
E. menawarkan program parpol
UAS-05-34
Yang tidak perlu dipertimbangkan oleh seorang
wirausahawan ketika meluncurkan produk baru adalah
...
A. waktu peluncuran produksi yang tepat
B. pemasaran produk yang akurat
C. desain produk yang sesuai dengan keinginan
konsumen
D. strategi penyaluran produk yang tepat
E. takut dalam persaingan pasar
UAS-05-35
Proposal sebagai alat komunikasi bagi wirausahawan
untuk memaparkan dan meyakinkan gagasannya
kepada pihak lain secara menyeluruh. Hal ini
merupakan ...
A. tujuan proposal
B. manfaat proposal
C. arti penting proposal
D. isi proposal
E. proposal usaha
UAS-05-36
Di dalam proposal aspek ini merupakan hal yang
sangat penting, termasuk tiga proporma, yaitu neraca,
rugi laba, dan cash flow. Aspek tersebut dinamakan ...
A. aspek manajemen
B. aspek produksi
C. aspek keuangan
D. aspek pemasaran
E. aspek lokasi
UAS-05-37
UKM adalah kegiatan usaha yang total penjualan
produksinya per tahun paling banyak 1 milyar rupiah
adalah definisi menurut ...
A. KepMen Perindustrian no. 33/m/Sk/8/1979
B. Undang-undang No. 9 Tahun 1995
C. UUD 1945 pasal 3 ayat 1
D. Definisi UKM di USA
E. KADIN
UAS-05-38
Proses pengolahan mineral perut bumi seperti
pertambangan minyak, emas, dan lain-lain termasuk ke
dalam ...
A. bidang usaha agraris
B. bidang usaha perdagangan
C. bidang usaha ekstraktif
D. bidang usaha industri
E. bidang usaha jasa
UAS-05-39
Tahapan awal dalam menyusun studi kelayakan usaha
adalah ...
A. mengumpulkan data dan informasi di lapangan
B. mempelajari hal-hal berkenaan dengan jenis usaha
dan masalah yang akan diteliti
C. membuat kesimpulan
D. menganalisis informasi
E. menyusun studi kelayakan secara rinci
UAS-05-4
Masa berlaku SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan)
bagi perusahaan besar adalah ...
A. 10 tahun
B. 8 tahun
C. 5 tahun
D. 3 tahun
E. Tak terbatas
B. ESSAY
UAS-05-41
Sebutkan 5 (lima) fungsi kredit!
UAS-05-42
Jelaskan formulasi yang lazim digunakan oleh bank
dalam menganalisa pemberian kredit!
UAS-05-43
Apa yang menjadi alasan utama terjadi kegagalan
usaha atau bisnis di kalangan wirausahawan?
UAS-05-44
Jelaskan yang dimaksud dengan istilah di bawah ini
dalam penyusunan skala produksi:
a. Routing
b. Disphaching
c. Schedulling
UAS-05-45
Bagaimana cara untuk menetapkan kualifikasi tenaga
kerja dan keterangan-keterangan apa saja yang
diperlukan?

wira usaha 2

Kewirausahaan
UAS-SMK-TEK-06-01
Kewirausahaan diambil dari istilah yang diarnbil dari
buku "Kamus Dagang" yang digunakan SAVARY
(1723), yaitu ...
A. enterpreneur
B. entrepreneur
C. entrepreneur ship
D. entertainer
E. entertainership
UAS-SMK-TEK-06-02
Seorang wirausaha adalah pembuat keputusan dan akan
langsung menindaklanjuti keputusan tersebut, hal
tersebut dikemukakan oleh ...
. Philip Kopler
. Wiliam J. Stanton
. Bygrave
. Gede Prama
. Coni Semiawan
UAS-SMK-TEK-06-03
Kemampuan untuk berpikir jauh terhadap harapan
kemajuan di mana yang akan datang adalah ...
E. inovatif
E. kreatif
E. kreativitas
E. komunikatif
E. prospektif
UAS-SMK-TEK-06-04
Di samping membuka lapangan kerja baru, manfaat
dari wirausaha di antaranya adalah ...
. mendidik untuk menjadi tekun dan pesimistis
. mendidik untuk menjadi disiplin, mandiri, jujur,
dan tekun
. hidup efisien dan berfoya-foya
. selalu menghormati hukum dan menghalalkan
segala cara
. melatih kita menjadi seorang yang prihatin
UAS-SMK-TEK-06-05
Seseorang yang menerima pesan atau informasi dalam
sebuah proses komunikasi, dinamakan ...
E. Giver
E. Receiver
E. Sender
E. Community
E. Message
UAS-SMK-TEK-06-06
Berikut ini adalah syarat 6 M yang harus dimiliki oleh
seorang wirausaha ...
. man, modals, methods, madine, market, money
. money, maturity, methods, machine, man, market
. man, money, materials, methods, machine, market
. materials, man, money, management, market,
machine
. man, money, modals, materials, methods, market
UAS-SMK-TEK-06-07
Pada prosesnya, penerapan kemampuan inovatif
menurut KURATKO ada empat jenis, yaitu ...
E. invesi, eksplorasi, duplikasi, sintesis
E. invesi, ekstensi, duplikasi, sintesis
E. renovasi, modifikasi, duplikasi, invensi
E. renovasi, modipikasi, sintesis, ektensi
E. modifikasi, aptikasi, invensi, eksplorasi
UAS-SMK-TEK-06-08
Suatu sistem pemberian penghargaan/hadiah bagi
seorang atau sekelompok orang karena keberhasilan
yang dicapainya disebut ...
. potensi
. sosialisasi
. self confidence
. reward
. otosugesti
UAS-SMK-TEK-06-09
Jika berkata tak pernah dusta jika dipercaya tak
berkhianat dan jika berjanji tak pernah mengingkari
adalah sikap wirausahawan yang ...
E. teledor
E. progresif
E. jujur
E. Disiplin
E. kreatif
UAS-SMK-TEK-06-10
Konsep dasar penerapan disiplin para siswa di
lingkungan sekolah adalah ...
. menyiapkan pembelajaran yang baik
. menciptakan suasana belajar mengajar yang aktif
dan kreatif
. menyiapkan suasana belajar yang menyenangkan
. menimbulkan suasana belajar yang pasif
. proses belajar mengajar yang lama
UAS-SMK-TEK-06-11
Faktor yang berasal dan dalam diri individu yang dapat
mempengaruhi perkembangan kreativitas adalah ...
E. eksternal
E. pendidikan
E. internal
E. lingkungan
E. keturunan
UAS-SMK-TEK-06-12
Siswa diharapkan mampu memiliki kepekaan terhadap
arti lingkungan tempat bekerja di dunia usaha/industri
adalah salah satu dari ...
. tujuan studi wisata
. tujuan siswa magang atau prakerin
. manfaat magang
. manfaat observasi
. tujuan praktek
UAS-SMK-TEK-06-13
Mau dan mampu mengatakan sesuatu seperti apa
adanya adalah sebuah cermin sikap ...
E. rendah diri
E. jujur
E. benar
E. optimis
E. Pesimis
UAS-SMK-TEK-06-14
Sikap tepat waktu akan menentukan kejadian-kejadian
pada masa yang akan datang menjadi lebih baik, karena
...
. tepat waktu adalah organisasi
. tepat waktu adalah ukuran
. tepat waktu adalah keberhasilan
. tepat waktu adalah nilai uang
. tepat waktu adalah kekuasaaan
UAS-SMK-TEK-06-15
Ciri-ciri sikap bekerja baik salah satunya adalah
innovativeness, artinya ...
E. rasa tanggung jawab
E. kehati-hatian
E. keserbabisaan
E. semangat kerja sama
E. daya pembaharuan
UAS-SMK-TEK-06-16
Menghabiskan waktu yang tidak perlu dan pekerjaan
selesai tepat waktu sebelum waktu yang ditetapkan
disebut ...
. tepat
. cepat
. hemat
. selamat
. bermanfaat
UAS-SMK-TEK-06-17
Dalam menjual produk, seorang penjual harus memberikan
pelayanan yang sebaik-baiknya kepada
pembeli/pelanggan. Kegiatan ini dikenal dengan istilah
...
E. after sales service
E. garansi
E. pelayanan terpadu
E. pelayanan pembeli
E. pelayanan prima (top service)
UAS-SMK-TEK-06-18
Informasi berupa masukan nilai yang dapat dirasa,
misalnya peningkatan kualitas produk adalah ...
. informasi
. informasi kuantitatif
. informasi kualitatif
. informasi kontrol
. informasi sekunder
UAS-SMK-TEK-06-19
Suatu proses memilih alternatif tertentu dari beberapa
pilihan yang ada adalah proses ...
E. decision making
E. responsible
E. decision maker
E. problem solving
E. opportunity
UAS-SMK-TEK-06-20
Menentukan dan menetapkan uruan-urutan proses
produksi dari bahan mentah sampai menjadi produk
akhir adalah ...
. scheduling
. routing
. job specification
. dispatching
. follow up
UAS-SMK-TEK-06-21
Wawasan yang menjadi sumber arah bagi perusahaan
dan digunakan untuk memandu perumusan misi
perusahaan adalah ...
E. tujuan perusahaan
E. program perusahaan
E. sasaran perusahaan
E. misi perusahaan
E. visi perusahaan
UAS-SMK-TEK-06-22
Perbedaan yang mendasar antara Kredit Investasi Kecil
dengan Kredit Modal Kerja Permanen adalah ...
. bank yang mengeluarkan kredit
. disediakan untuk wirausahawan
. waktu pengembalian kredit
. bunga kredit
. disediakan bukan untuk koperasi
UAS-SMK-TEK-06-23
Untuk menciptakan peluang usaha menjadi sebuah
usaha yang sukses, perlu adanya ...
E. bantuan pemikiran dari rekan bisnis
E. investasi yang besar
E. kerja keras dan pengorbanan dalam usaha
E. konsultan marketing
E. langkah yang berlian
UAS-SMK-TEK-06-24
Mengelompokkan pembeli/konsumen ke dalam kelompok
kecil yang memiliki ciri-ciri sama dinamakan …
. target market
. marketing mix
. marketing
. market segmentation
. strategi marketing
UAS-SMK-TEK-06-25
Dalam SWOT analisis T adalah Threat yang artinya
adalah ...
E. kekuatan
E. peluang
E. kelemahan
E. ancaman
E. persaingan
UAS-SMK-TEK-06-26
Untuk mengetahui apakah usaha yang akan dirintis
menguntungkan atau tidak maka perlu diadakan
penelitian. Penelitian yang dimaksud, yaitu ...
E. riset lapangan
E. membuat kuisioner
E. studi kelayakan usaha
E. meneliti persaingan usaha
E. membuat proposal usaha
UAS-SMK-TEK-06-27
Teori penjualan AJDAS terurai atas ...
. Attractive, Intrest, Desire, Attention, Satisfaction
. Attention, Instine, Desire, Attractive, Success
. Attention, Intrest, Desire, Attractive, Satisfaction
. Attraction, Innovative, Destroy, Actuve, Sales
. Active, Innovation, Desire, Attention, Sales
UAS-SMK-TEK-06-28
Langkah akhir dalam penyusunan proposal usaha
adalah ...
E. menetapkan aspek pemasaran
E. menetapkan jenis usaha yang diinginkan
E. menetapkan aspek produksi
E. menetapkan aspek yuridis
E. menetapkan aspek AMDAL
UAS-SMK-TEK-06-29
Melakukan modifikasi produk dengan pengembangan
bentuk atau model yang telah ada kemampuan tersebut
menurut KURATKO dinamakan ...
. sistesis
. invensi
. ektensi
. duplikasi
. industri
UAS-SMK-TEK-06-30
Saluran yang dipergunakan dalam proses komunikasi
dinamakan ...
E. message
E. giver
E. receiver
E. feed back
E. channel
UAS-SMK-TEK-06-31
SIUP adalah surat izin yang diberikan menteri atau
pejabat yang ditunjuk kepada pengusaha untuk
melaksanakan usaha di bidang ...
. kelautan
. pertanian
. perikanan
. minyak bumi dan gas
. perdagangan dan jasa
UAS-SMK-TEK-06-32
Formulasi yang lazim digunakan pihak bank dalam
menilai pemberian kredit dikenal dengan istilah P4,
yaitu ...
E. Personality, Purpose, Prospect, Payment
E. Personality, Purchases, Prospect, Payment
E. Personality, Purpose, Project, Planning
E. Person, Project, Payment, Prospect
E. Person, Purchases, Prestatie
UAS-SMK-TEK-06-33
Penelitian dan pencarian data-data oleh Bank tentang
pribadi atau kepribadian nasabah calon penerima kredit
adalah termasuk penilaian ...
. prospect
. payment
. purpose
. personality
. degree of risk
UAS-SMK-TEK-06-34
Manakala menjelang tahun ajaran baru maka peluang
pasar yang dapat menjanjikan keuntungan adalah ...
E. menawarkan brosur penerimaan siswa baru
E. menjual atribut serta aksesoris remaja
E. membuka usaha kantin sekolah
E. menjual alat tulis dan perlengkapan sekolah
E. menawarkan program beasiswa
UAS-SMK-TEK-06-35
Kredit yang diberikan kepada pengusaha/perusahaan
untuk peningkatan produksi, baik kuantitas atau
kualitas hasil produksi adalah ...
. Kredit Investasi
. Kredit Investasi Kerja
. Kredit Modal Kerja
. Kredit Modal Kerja Permanen
. Kredit Pengusaha Kecil
UAS-SMK-TEK-06-36
Proposal sebagai alat komunikasi bagi wirausahawan
untuk memaparkan dan meyakinkan gagasannya pada
pihak lain secara menyeluruh, hal ini merupakan ...
E. tujuan proposal
E. manfaat proposal
E. arti penting proposal
E. isi proposal
E. proposal usaha
UAS-SMK-TEK-06-37
Istilah collateral dalam pengajuan kredit pada bank
adalah ...
. kondisi usaha debitur
. kondisi usaha kreditur
. kemampuan pengusaha mengembalikan kredit
. jaminan/anggunan
. modal investasi
UAS-SMK-TEK-06-38
Pertimbangan manajemen pemasaran sebagai strategi
alternatif utama dalam mencapai laba dan peningkatan
omzet penjualan merupakan pendekatan
E. optimization planning
E. goal planning
E. market planning
E. extrapolative planning
E. business planning
UAS-SMK-TEK-06-39
Empat hal yang harus dimiliki seorang wirausahawan
agar mencapai sukses menurut Paul Charlap adalah,
kecuali ...
. work hard
. work smart
. service
. dedication
. enthusiasm
UAS-SMK-TEK-06-40
Segala daya pendorong yang dinilai dengan pemberian
uang kesejahteraan kepada para tenaga kerja adalah ...
E. insentif immaterial
E. insentif
E. upah
E. insentif semimaterial
E. insentif material
ESSAY
UAS-SMK-TEK-06-41
Jelaskan perbedaan antara Kredit Investasi dengan
Kredit Modal Kerja!
UAS-SMK-TEK-06-42
Sebutkan faktor-faktor yang menjadi dasar terbentuknya
segmentasi pasar!
UAS-SMK-TEK-06-43
Urutkan langkah-Iangkah dalam menyusun atau
menetapkan rencana produksi!
UAS-SMK-TEK-06-44
Jelaskan dengan singkat istilah-istilah di bawah ini:
. Marketing mix
. Margin pricing
. Degree of risk
. Prospect
. Cashflow
UAS-SMK-TEK-06-45
Sebutkan 5 (lima) hal yang diperlukan calon
wirausahawan dalam mempersiapkan Proposal

wira usaha

UAS-SMK-TEK-07-01
Prinsip yang benar bagi para wirausahawan, yaitu mengutamakan ...
A. praktis, baru kemudian prestasi dan prestise
B. prestise, baru kemudian prestasi
C. prestise, tanpa prestasi
D. prestasi, tanpa prestise
E. prestasi, baru kemudian prestise
UAS-SMK-TEK-07-02
Kemampuan seseorang untuk dapat berbicara di hadapan publik dinamakan ...
A. orasi
B. public speaking
C. komunikasi.
D. oratos
E. agiator
UAS-SMK-TEK-07-03
Menurut Bygrave, uang bukanlah sebagai tujuan wirausahawan, tetapi uang dianggap sebagai ...
A. ukuran kesuksesan bisnisnya
B. motivasi dalam bisnis
C. bayaran atas usaha yang dilakukan
D. sesuatu yang harus didapatkan
E. modal usaha
UAS-SMK-TEK-07-04
Prestati dapat diartikan di antaranya ...
A. mengembangkan sikap mental wirausaha
B. mempertahankan keberhasilan
C. keinginan untuk maju tanpa harus berusaha
D. cepat puas pada suatu keberhasilan
E. selalu ingin maju dan tidak puas terhadap apa yang telah dilakukan
UAS-SMK-TEK-07-05
Orang yang menyukai pekerjaannya akan mendapat kepuasan tersendiri. Sebaliknya, pekerjaan yang kurang disenanginya akan mengurangi kepuasan. Pendapat ini dikemukakan oleh ...
A. Zimmerer
B. F.W. Taylor
C. Abraham Maslow
D. Atesuma
E. Herzberg
UAS-SMK-TEK-07-06
Suatu yang dapat dikerjakan dengan berdaya guna dan dapat diselesaikan dengan cepat, hemat, dan selamat disebut ...
A. efisien
B. kreatif
C. efektif
D. produktif
E. prestatif
UAS-SMK-TEK-07-07
Makan, minum, istirahat, dan tidur merupakan bentuk kebutuhan ...
A. penghargaan
B. rasa aman
C. biologis
D. fisikologis
E. aktulisasi diri
UAS-SMK-TEK-07-08
Watak-watak atau ciri-ciri karakteristik prestatif dari kepemimpinan adalah sebagai berikut, kecuali ...
A. inovatif, kreatif, dan fleksibel
B. menanggapi kritik
C. menanggapi saran-saran
D. dapat bergaul dengan orang lain
E. bertingkah laku sebagai pemimpin
UAS-SMK-TEK-07-09
Perbandingan yang terbaik antara input dan output disebut ...
A. efektif
B. efisien
C. produktivitas
D. kreatif
E. prestatif
UAS-SMK-TEK-07-10
Wirausahawan yang memiliki keahlian dalam bidang penyaluran dan mengumpulkan dana yang bergerak dalam pasar uang dan modal adalah jenis wirausa-hawan ...
A. manajer
B. uang
C. vak
D. engineer
E. bisnis
UAS-SMK-TEK-07-11
Melakukan promosi, pasang spanduk, menyebar brosur, pasang iklan, dan pemberian diskon adalah termasuk pelayanan prima berdasarkan konsep ...
A. action (tindakan)
B. attitude (pelayanan sikap)
C. attention (perhatian).
D. buying (pembelian)
E. selling (penjualan) I
UAS-SMK-TEK-07-12
Istilah perbankan untuk nasabah penerima kredit adalah ...
A. kreditur
B. teller
C. deposit
D. debitur
E. investor
UAS-SMK-TEK-07-13
Kegiatan-kegiatan usaha atau bisnis yang dapat dibiayai melalui kredit investasi kecil ialah ...
A. pendirian industri otomotif
B. pendirian assembling sepeda motor
C. pendirian home industri
D. perluasan jaringan internet
E. pendirian gedung pemerintah
UAS-SMK-TEK-07-14
Aspek penting yang digunakan dalam mempelajari seni menjual adalah ...
A. seni membina hubungan baik dengan pelanggan
B. seni mencari pelanggan
C. seni mencari dan membina pelanggan
D. seni menata barang,
E. seni menawarkan barang
UAS-SMK-TEK-07-15
Kredit modal kerja permanen digunakan untuk membiayai barang-barang modal dan keperluan kerja, misalnya ...
A. perluasan usaha
B. membangun pabrik
C. membeli bahan pembantu
D. membeli komputer
E. memodernisasi perusahaan
UAS-SMK-TEK-07-16
Kredit investrasi bersifat produktif karena ...
A. menghasilkan barang
B. menghasilkan jasa
C. memproduksi barang baru
D. menghasilkan barang dan jasa
E. dipergunakan untuk perbaikan atau penambahan barang-barang modal dalam rangka meningkatkan produktivitas
UAS-SMK-TEK-07-17
Wirausaha adalah seseorang atau sekelompok orang yang mengorganisir faktor-faktor produksi, alam, tenaga, modal nonskill untuk tujuan berproduksi, hal tersebut menurut ...
A. pandangan seorang psikologis
B. pandangan seorang birokrat
C. pandangan seorang bisnisman
D. pandangan seorang ekonom
E. pandangan seorang pemodal
UAS-SMK-TEK-07-18
Seorang wirausaha memiliki pengertian terhadap bisnisnya sangat tinggi, terkadang mengorbankan kepentingan keluarga untuk sementara, masuk dalam karakteristik ...
A. doers
B. decisiveness
C. dream
D. dedication
E. details
UAS-SMK-TEK-07-19
Mereka yang mempunyai keahlian khusus dalam bidang produksi tertentu disebut ...
A. wirausaha vak
B. wirausaha uang
C. wirausaha manajer
D. wirausaha bisnis
E. wirausaha social engineer
UAS-SMK-TEK-07-20
Keterbukaan pada pengalaman, independen dalam pertimbangan, pemikiran, dan tindakan adalah sebagai ciri manusia kreatif ...
A. Conny Semiawan
B. Edward de Benp
C. A. Roe
D. Wislow
E. Carol Konsey Goman
UAS-SMK-TEK-07-21
Proses penyampaian pesan oleh seorang komunikator kepada komunikan dengan menggunakan alat sebagai media dinamakan ...
A. komunikasi linear
B. komunikasi primer
C. komunikasi sekunder
D. komunikasi sirkuler
E. komunikasi langsung
UAS-SMK-TEK-07-22
Hal yang paling pokok sebagai persyaratan public speaking ialah ...
A. ekspresi
B. performance
C. penguasaan materi informasi
D. intonasi kata/kalimat
E. fashion
UAS-SMK-TEK-07-23
Empat sisi potensial yang dimiliki untuk maju menurut Stephen Covey, kecuali ...
A. self awareness
B. self condevence
C. conscience
D. independent will
E. creative imagination
UAS-SMK-TEK-07-24
Produksi yang mengacu pada kegiatan penggalian sumber yang tersedia di bumi disebut produksi ...
A. primer
B. sekunder
C. ekstratif
D. agraris
E. tersier
UAS-SMK-TEK-07-25
Setelah merenungkan hal-hal yang menjadi tujuan hidup, seorang siswa kemudian melakukan ...
A. menyusun jadwal kegiatan belajar
B. membiasakan diri belajar
C. melatih kedisiplinan diri
D. membuat perencanaan belajar
E. merumuskan tujuan secara operasional
UAS-SMK-TEK-07-26
Menetapkan dan menentukan proses pemberian perintah-perintah mulai melaksanakan operasi produksi disebut ...
A. follow up
B. disfatching
C. scheduling
D. routing
E. coordinating
UAS-SMK-TEK-07-27
Suatu tes yang tujuannya untuk mengukur kesang-gupan atau bakat dari calon tenaga kerja dinamakan ...
A. intelligence test
B. personality test
C. aptitude test
D. achievement test
E. IQ dan SQ test
UAS-SMK-TEK-07-28
Analisa jabatan yang tujuannya untuk menentukan syarat-syarat kualifikasi tenaga kerja yang dibutuhkan ialah ...
A. job analysis for method improvement
B. job analysis for setting rate
C. job analysis for personal specification
D. job analysis for training purpose
E. job analysis for promotion
UAS-SMK-TEK-07-29
Kekayaan alam yang terus-menerus dibutuhkan untuk menjalankan perusahaan yang dapat memberikan jasa dalam jangka yang lama adalah ...
A. modal barang
B. modal investasi
C. modal jasa
D. modal lancar
E. modal
UAS-SMK-TEK-07-30
Pemasaran adalah suatu sistem keseluruhan dari kegiatan-kegiatan bisnis yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan, dan mendistribusikan barang atau jasa yang memuaskan kebutuhan.
Hal tersebut dikemukakan oleh ...
A. D.W. Foster
B. Philip Ketler
C. Wiliam J. Stanton
D. Ating Tedjasutisna
E. Paul Charlop
UAS-SMK-TEK-07-31
Suatu proses membagi-bagi suatu pasar yang heterogen ke dalam kelompok yang memiliki ciri-ciri dan sifat-sifat yang homogen adalah ...
A. marketing mix
B. market segmentation
C. black market
D. target market
E. marketing strategic
UAS-SMK-TEK-07-32
Salah satu jabatan pekerja yang tugasnya memelihara, dan menjaga kebersihan mesin-mesin dan lingkungan tempat bekerja disebut ...
A. repay boss
B. speed boss
C. inspector
D. gang boss
E. big boss
UAS-SMK-TEK-07-33
Pelayanan yang baik kepada calon pembeli/pelanggan agar pelanggan mendapat kepuasan adalah bentuk ...
A. pelayanan purna jual
B. pelayanan prima
C. pelayanan kolektif
D. pelayanan publik
E. pelayanan pra penjualan
UAS-SMK-TEK-07-34
Dokumen tertulis yang disiapkan oleh wirausahawan yang menggambarkan semua unsur relevan, baik internal maupun eksternal mengenai usaha atau proyek baru ialah ...
A. file
B. proposal .usaha
C. rencana usaha
D. draft proposal
E. aspek umum proposal
UAS-SMK-TEK-07-35
Batasan usaha kecil dan menengah yang kegiatan usahanya dengan hasil total Rp 1.000.000.000,00 (satu milyar rupiah) maksimal dalam satu tahun adalah menurut ...
A. Bank Indonesia
B. Undang-Undang No. 9 Tahun 1995
C. Departemen Perindustrian
D. Batasan UKM di Amerika
E. Pasal 33 ayat 1 UUD 1945
ESSAY
UAS-SMK-TEK-07-36
Jelaskan perbedaan ciri marketing traditional dengan marketing modern
UAS-SMK-TEK-07-37
Sebutkan 4 (empat) faktor kritis dalam penyusunan Proposal Usaha!
UAS-SMK-TEK-07-38
Mengapa kradit modal kerja termasuk dalam kredit ekspolitasi? Jelaskan!
UAS-SMK-TEK-07-39
Sebutkan 5 (lima) manfaat atas perencanaan usaha!
UAS-SMK-TEK-07-40
Jelaskan syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk menjadi seorang public speaking!

Saturday, April 18, 2009

KISI KISI IPS UAS 2009

KISI-KISI UAS IPS 2009
1.Amati peta Jawa Timur. Sebutkan dan tunjukkan simbol-simbol peta!
2.amati gambar senjata tradisional. Sebutkan asal daerahnya!
3.Sebutkan hasil laut dan manfaatnya!
4.Sebutkan suku bangsa dari jawa timur!
5.Amati gambar candi di jawa timur. Sebutkan candi-candi di jawa timur!
6.Sebutkan fungsi alat komunikasi modern!
7.Amati gambar lambang koperasi.jelaskan arti gambar tersebut!
8.Amiti peta Indonesia. Sebutkan dan tunjukkan letak kerajaan yang bercorak Hindu!
9.Sebutkan peninggalan sejarah yang berorak Budha!
10.Sebutkan peninggalan sejarah kerajaan Islam di pulau Jawa!
11. Amati kenampakan alam yang ada. Tunjukkan dan sebutkan kenampakan buatan yang ada di Indonesia!
12. Amati gambar pakaian adat. Sebutkan asal daerahnya!
13. Sebutkan jenis usaha yang ada di masyarakat!
14. Sebutkan contoh bentuk kerja paksa yang terjadi jaman penjajahan!
15. Sebutkan tokoh yang berperan dalam sumpah pemuuda!
16. Sebutkan organisasi bentukan jepang yang mempersiapkan kemerdekaan Indonesia!
17. Sebutkan nama perjanjian yang dilakukan Indonesia Belanda pada masa mempertahankan kemerdekaan!
18. Amati peta Indonesia. Tunjukkan provinsi-provinsi di Indonesia!
19. Sebutkan manfaat perkembangan provinsi baru di Indonesia!
20. Sebutkan Sebutan negara-negara di ASIA!
21. Amati peta ASIA. Sebutkan gunung-gunung di asia!
22. Sebutkan sumber devisa negera di Asia Tenggara!
23. Sebutkan negara-negara yang termasuk Amerika Selatan!
24. Sebutkan keajaiban dunia yang terdapat di EROPA!
25. Sebutkan sumber daya alam yang ada di AFRIKA!
26. Sebutkan dampak peristiwa gempa bumi!
27. Sebutkan sebab terjadinya banjir!
28. Sebutkan cara menghadapi bencana alam!
29. Sebutkan negara-negara di asia tenggara yang pernah mengalami Tsunami!
30. Sebutkan dampak peristiwa alam!
31. Sebutkan pengaruh globalisasi terhadap kahidupan bangsa Indonesia!
32. Sebutkan cara mengantisipasi globalisasi!
33. Sebutkan barang impor dari negara EROPA!
34. Sebutkan alasan perusahaan asing beroperasi di Indonesia!
35. Sebutkan hasil produksi pertanian yang di impor!
36. Sebutkan tokoh-tokoh dan asal daerahnya!
37. Sebutkan mata pencaharian penduduk pedesaan!
38. sebutkan tokoh kerajaan Islam di Indonesia!
39. Sebutkan wilayah pembagian waktu di Indonesia!
40. Jelaskan sebab terjadinya bandung lautan api!
41. Sebutkan salah satu pengembangan provinsi di Indonesia!
42. Sebutkan negara yang di aliri sungai Chao praya!
43. Sebutkan kegiatan ekonomi yang menjadikan kemakmuran penduduk Australia!
44. Sebutkan macam gempa bumi berdasarkan cara terjadinya!
45. Sebutkan barang ekspor hasil hutan Indonesia!
46. Sebutkan 4 cara menghindarkan diri dari narkoba!
47. Sebutkan 4 ciri industri kecil!
48. Sebutkan 4 hewan bertipe asia!
49. Sebutkan 4 manfaat ekspor impor!
50. Sebutkan latar belakang terjadinya globalisasi!

KISI UAS PKN 2009

KISI-KISI UAS PKN 2009
1. Sebutkan bantuan yang terpenting untuk korban bencana alam!
Makanan, obat-obatan, pakaian , tenda

2. sebutkan cara untuk menciptakan hidup rukun dan damai dalam masyarakat!
Toleransi, tenggang rasa, tolong menolong, saling menghormati.

3. Sebutkan contoh pengamalan Pancasila sila ke 2 dalam keluarga!
Mengembangkan sikap saling menghargai agar tercipta keluarga yang harmonis, rukun damai dan tentrem.

4. Sebutkan perilaku yang mencerminkan sikap hidup serasi, selaras dan seimbang di sekolah/ rumah/ masyarakat!
Kita berperilaku yang serasi, selaras dan seimbang

5. Sebutkan ciri-ciri orang yang berjiwa besar!
Tidak mementingkan kepentingan pribadi, ikhlas, tidak mudah marah, menyelesaikan masalah dengan tenang.
6. Sebutkan tokoh-tokoh yang berperan dalam perumusan Pancasila!
Moh. Yamin, Supomo, Soekarno

7. Sebutkan syarat-syarat pendirian desa!
Memiliki wilayah, penduduk dan memiliki aturan.

8. Sebutkan tujuan hidup gotong royong!
Memupuk persatuan dan kesatuan, meringankan beban

9. Sebutkan contoh kegiatan yang dapat dilakukan dengan gotong royong!
Gugur gunung, membersihkan parit, membangun rumah

10. Sebutkan fungsi DPR dan artinya:
* fungsi Legislatif: fungsi membuat undang-undang
* Fungsi anggaran : wewenagng DPR dalam menyusun dan menetapkan RAPBN ( rancangan anggaran pendapatan dan belanja negara)
* Fungsi pengawasan : mengawasi pemerintah agar sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

11. Sebutkan lembaga di daerah yang mengesahkan peraturan daerah!
Kepala daerah dan DPRD

12. Sebutkan perundang-undangan yang dibuat pemerintah pusat!
PP ( peraturan pemerintah)

13. Sebutkan isi UU lalu lintas!
*pemakaian helm standart bagi pengendara motor
*pemakaian sabuk pengaman bagi pengendara mobil
*membawa SIM dan STNK bagi pengendara bermotor

14. Sebutkan manfaat sikap disiplin!
Pekerjaan cepat selesai, hasil optimal, disenangi banyak orang

15. Sebutkan tugas MPR hasil amandemen UUD 1945 tahun 2003!
Menetapkan UUD, melantik presiden dan wakil presiden, memberhentikan presiden dan wakil presiden atas persetujuan DPR

16. kapan tahun pelaksanaan pemilu yang memilih presiden secara langsung untuk kali pertama?
Pemilu tahun 2004

17. Sebutkan penyimpangan yang terjadi dalam pemilihan kepala desa!
Memberikan uang pada pemilih, memberi janji yang menggiurkan, pemaksaan untuk memilih calon tertentu

18. Sebutkan pengaruh negatif globalisasi!
Bersifat individu, hidup konsumtif

19. Sebutkan pengaruh positif globalisasi di bidang komunikasi!
Informasi lebih cepat, jarak tidak menjadi kendala

20. Sebutkan sikap yang harus dikembangkan dalam upaya melestarikan budaya daerah!
Mempelajari budaya daerah, mengadakan festifal budaya daerah

21. NegaraIndonesia dinyatakan sebagai negara kesatuan, merupakan bunyi pasal....... ayat........... UUD 1945
Pasal 1 ayat 1

22. Sebutkan cara untuk meneladani sikap kepahlawanan!
Berani membela kebenaran, jujur, disiplin

23. Sebutkan usaha yang dilakukanpemerintah untuk menjaga keutuhan wilayah NKRI !
Dibentuknya UU yang mengatur tentang NKRI, adanya pembangunan yang merata dalam segala bidang di seluruh wilayah RI, mendakan perjanjian batas wilayah dengan negara perbatasan

24. Sebutkan contoh kegiatan siswa dalam rangka membela bangsa dan negara!
Ikut kerja bakti, mengikuti kegiatan karang taruna, ikut serta dalam kompetisi olahraga

25. Sebutkan upaya warga negara untuk menjaga keutuhan NKRI !
Kerukunan hidup, bermasyarakat, kerukan beragama, menjaga ketahanan nasional, menghargai perbedaan

26. Sebutkan peranan Indonesia dalam menciptakan perdamaian di Asia Tenggara!
Membantu menyelesaikan konflik di Kamboja, membantu menyelesaikan konflik suku mooro di Filipina

27. Sebutkan manfaat peranan Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia!
Mengatasi masalah internasioanal, menciptakan keseimbangan dan keselarasan tata hubungan internasional.

28. Amati gambar ilustrasi tentang kecelakaan , tindakan apa yang harus kita lakukan?
Ikut menolong dan melaporkan kejadian tersebut ke polisi

29. Sebutkan ciri jiwa kepahlawanan!
Berjiwa ksatria, cinta tanah air, rela berkorban, berani membela kebenaran, bersikap terpuji, jujur.

30. Sebutkan sikap cinta tanah air 1
Menjaga rasa persatuan dan kesatuan, mengharagai budaya dan keanekaragaman yang ada, bangga sebagai bangsa Indonesia.

31. Sebutkan organisasi yang ada di sekolah!
Komite sekolah, koperasi sekolah, UKS
32. Sebutkan cara pengambilan keputusan dalam musyawarah!
Musyawarah mufakat, votting, aklamasi
33. Bagaimana sikap yang harus dilakukan terhadap hasil keputusan bersama!
Melaksanakan dengan penuh tanggung jawab
34. Bagaimana cara menghargai hasil keputusan dalam musyawarah?
Menerima dengan iklas, menjalankan hasil keputusan dengan penuh tanggung jawab
35. Sebutkan sikap tenggang rasa yang dikembangkan dalam musyawarah!
Mengharagai pendapat orang lain, tidakmemaksakan kehendak
36. sebutkan contoh sikap rela berkorban sesuai dengan pengamalan sila Pancasila1
Mengorbankan sebagian harta untuk pembangunan jalan, mengorbankan waktu untuk menjaga kampung (Poskamling)
37. Sebutkan pemegang kekuasaan ekskutif, legislatif dan yudikatif!
Ekskutif = Presiden, Legislatif = DPR, Yudikatif = MA
38. Sebutkan lembaga negara yang dibentuk setelah amandemen UUD 1945 yang anggotanya dipilih melalui pemilu!
DPD ( dewan perwakilan daerah)
39. Sebutkan wujud pesta demokrasi di Indonesia!
PEMILU
40. Sebutkan azasa pemilu dan artikan1
Azas pemilu : LUBER JURDIL
41. Sebutkan dampak positif dan negatif globalisasi!

42. Sebutkan sumber kebudayaan nasional!
Sumbernya kebudayaan daerah
43. Amati gambar upacara bendera. Sesuai sila berapa? Dan mencerminkan apa?
Sesuai sila ke 3, mencerminkan: upacara bendera, kegiatan baris berbaris
44. Sebutkan program pemerintah dalam rangka mengentaskan kemiskinan!
ASKESKIN ( asuransi kesehatan rakyat miskin)
45. Sebutkan alat penyaring globalisasi!
Pancasila
46. Gambarkan bagan struktur organisasi kabupaten / kota!
DPRD Perda Pemerintah Daerah
Bupati/ walikota

Sekretaris Dewan Wakil Bupati/walikota


Sekretaris daerah


Bappeda

Lembaga teknis daerah dinas-dinas daerah


47. Sebutkan tata urutan perundang-undangan!
- UUD 1945
-UU / PERPU ( undang-undang / peraturan pemerintah pengganti undang-undang)
-PP ( peraturan pemerintah)
- KEPPRES ( keputusan presiden)
-PERMEN ( peraturan menteri)
48. Sebutkan sikap dalam menghadapi globalisasi!
Menyeleksi budaya asing, meningkatkan keimanan, menjaga tradisi yang ada dalam masyarakat, mengadakan perjanjian batas
49. Jelaskan makna politik luar negeri indonesia!
Politik luar negeri BEBAS AKTIF
Bebas artinya: tidak terikat oleh blok negara manapun
Aktif artinya: ikut serta dalam usaha menjaga perdamaian dunia
50. Bagaiaman cara mengemukakan pendapat dalam musyawarah?
Menunggu giliran, menyampaikan dengan jelas dan singklat, tidak memotong pembicaraan, menyampaikan pendapat jika telah dipersilahkan pimpinan.

Tuesday, April 14, 2009

ptk 4

Gairah kerja di SMK Negeri 3 Jakarta makin terasa berkat kehadiran Peneliti dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Kandidat Doktor Bapak Ucu Cahyana dan Ibu Diana Vifanti, M.Si … mereka ditemani Pak Iman dan Pak Ali berbagi ilmu tentang Penelitian Tindakan Kelas (PTK).

Awalnya teman-teman kami berkerut dahi … tapi lama kelamaan benyak pertanyaan menghujam ke nara sumber … semangat ingin tahu muncul, direspon pula secara cekatan oleh penyaji … Ibu Binaryati berkomentar “Wah, sebelum ini kami kira terlalu sulit untuk naik pangkat ke IV.b … ternyata setelah ikut kegiatan ini kami jadi yakin bahwa itu bisa kami capai, ditindaklanjuti ya Pak Dedi …”

Ini bagian dari upaya yang dilakukan secara sadar untuk terus meningkatkan kualitas guru di SMK Negeri 3 Jakarta … terima kasih teman-teman, terima kasih Pak Ucu, Bu Fanti, juga UNJ … Januari nanti kita adakan kegiatan Workshop PTK dengan audience yang lebih banyak ya … Anda mau ikut? daftar ke Dwi Ariyani di 021 4209629.

Apakah PTK itu? … silahkan simak tulisan berikut ini:

Apakah Penelitian Tikdakan Kelas (PTK) itu ?

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan ragam penelitian pembelajaran yang berkonteks kelas yang dilaksanakan oleh guru untuk memecahkan masalah-masalah pembelajaran yang dihadapi oleh guru, memperbaiki mutu dan hasil pembelajaran dan mencobakan hal-hal baru pembelajaran demi peningkatan mutu dan hasil pembelajaran.

Berdasarkan jumlah dan sifat perilaku para anggotanya, PTK dapat berbentuk individual dan kaloboratif, yang dapat disebut PTK individual dan PTK kaloboratif. Dalam PTK individual seorang guru melaksanakan PTK di kelasnya sendiri atau kelas orang lain, sedang dalam PTK kaloboratif beberapa orang guru secara sinergis melaksanakan PTK di kelas masing-masing dan diantara anggota melakukan kunjungan antar kelas.

PTK memeliki sejumlah karakteristik sebagai berikut :

  • Bersifat siklis, artinya PTK terlihat siklis-siklis (perencanaan, pemberian tindakan, pengamatan dan refleksi), sebagai prosedur baku penelitian.

  • Bersifat longitudinal, artinya PTK harus berlangsung dalam jangka waktu tertentu (misalnya 2-3 bulan) secara kontinyu untuk memperoleh data yang diperlukan, bukan “sekali tembak” selesai pelaksanaannya.

  • Bersifat partikular-spesifik jadi tidak bermaksud melakukan generalisasi dalam rangka mendapatkan dalil-dalil. Hasilnyapun tidak untuk digenaralisasi meskipun mungkin diterapkan oleh orang lain dan ditempat lain yang konteksnya mirip.

  • Bersifat partisipatoris, dalam arti guru sebagai peneliti sekali gus pelaku perubahan dan sasaran yang perlu diubah. Ini berarti guru berperan ganda, yakni sebagai orang yang meneliti sekali gus yang diteliti pula.

  • Bersifat emik (bukan etik), artinya PTK memandang pembelajaran menurut sudut pandang orang dalam yang tidak berjarak dengan yang diteliti; bukan menurut sudut pandang orang luar yang berjarak dengan hal yang diteliti.

  • Bersifat kaloboratif atau kooperatif, artinya dalam pelaksanaan PTK selalu terjadi kerja sama atau kerja bersama antara peneliti (guru) dan pihak lain demi keabsahan dan tercapainya tujuan penelitian.

  • Bersifat kasuistik, artinya PTK menggarap kasus-kasus spesifik atau tertentu dalam pembelajaran yang sifatnya nyata dan terjangkau oleh guru; menggarap masalah-masalah besar.

  • Menggunakan konteks alamiah kelas, artinya kelas sebagai ajang pelaksanaan PTK tidak perlu dimanipulasi dan atau direkayasa demi kebutuhan, kepentingan dan tercapainya tujuan penelitian.

  • Mengutamakan adanya kecukupan data yang diperlukan untuk mencapai tujuan penelitian, bukan kerepresentasifan (keterwakilan jumlah) sampel secara kuantitatif. Sebab itu, PTK hanya menuntut penggunaan statistik yang sederhana, bukan yang rumit.

  • Bermaksud mengubah kenyataan, dan situasi pembelajaran menjadi lebih baik dan memenuhi harapan, bukan bermaksud membangun teori dan menguji hipotesis.

Tujuan PTK sebagai berikut :

  • Memperbaiki dan meningkatkan mutu praktik pembelajaran yang dilaksanakan guru demi tercapainya tujuan pembelajaran.

  • Memperbaiki dan meningkatkan kinerja-kinerja pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru.

  • Mengidentifikasi, menemukan solusi, dan mengatasi masalah pembelajaran di kelas agar pembelajaran bermutu.

  • Meningkatkan dan memperkuat kemampuan guru dalam memecahkan masalah-masalah pembelajaran dan membuat keputusan yang tepat bagi siswa dan kelas yang diajarnya.

  • Mengeksplorasi dan membuahkan kreasi-kreasi dan inovasi-inovasi pembelajaran (misalnya, pendekatan, metode, strategi, dan media) yang dapat dilakukan oleh guru demi peningkatan mutu proses dan hasil pembelajaran.

  • Mencobakan gagasan, pikiran, kiat, cara, dan strategi baru dalam pembelajaran untuk meningkatkan mutu pembelajaran selain kemampuan inovatif guru.

  • Mengeksplorasi pembelajaran yang selalu berwawasan atau berbasis penelitian agar pembelajaran dapat bertumpu pada realitas empiris kelas, bukan semata-mata bertumpu pada kesan umum atau asumsi.

Manfaat PTK

  • Menghasilkan laporan-laporan PTK yang dapat dijadikan bahan panduan guru untuk meningkatkan mutu pembelajaran. Selain itu hasil-hasil PTK yang dilaporkan dapat menjadi bahan artikel ilmiah atau makalah untuk berbagai kepentingan, antara lain disajikan dalam forum ilmiah dan dimuat di jurnal ilmiah.

  • Menumbuhkembangkan kebiasaan, budaya, dan atau tradisi meneliti dan menulis artikel ilmiah di kalangan guru. Hal ini telah ikut mendukung professionalisme dan karir guru.

  • Mampu mewujudkan kerja sama, kaloborasi, dan atau sinergi antar-guru dalam satu sekolah atau beberapa sekolah untuk bersama-sama memecahkan masalah pembelajaran dan meningkatkan mutu pembelajaran.

  • Mampu meningkatkan kemampuan guru dalam menjabarkan kurikulum atau program pembelajaran sesuai dengan tuntutan dan konteks lokal, sekolah, dan kelas. Hal ini memperkuat dan relevansi pembelajaran bagi kebutuhan siswa.

  • Dapat memupuk dan meningkatkan keterlibatan , kegairahan, ketertarikan, kenyamanan, dan kesenangan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran di kelas yang dilaksanakan guru. Hasil belajar siswa pun dapat meningkatkan.

  • Dapat mendorong terwujudnya proses pembelajaran yang menarik, menantang, nyaman, menyenangkan, dan melibatkan siswa karena strategi, metode, teknik, dan atau media yang digunakan dalam pembelajaran demikian bervariasi dan dipilih secara sungguh-sungguh.

Prosedur Pelaksanaan PTK

1. Menyusun proposal PTK. Dalam kegiatan ini perlu dilakukan kegiatan pokok, yaitu; (1) mendeskripsikan dan menemukan masalah PTK dengan berbagai metode atau cara, (2) menentukan cara pemecahan masalah PTK dengan pendekatan, strategi, media, atau kiat tertentu, (3) memilih dan merumuskan masalah PTK baik berupa pertanyaan atau pernyataan sesuai dengan masalah dan cara pemecahannya, (4) menetapkan tujuan pelaksanaan PTK sesuai dengan masalah yang ditetapkan, (5) memilih dan menyusun persfektif, konsep, dan perbandingan yang akan mendukung dan melandasi pelaksanaan PTK, (6) menyusun siklus-siklus yang berisi rencana-rencana tindakan yang diyakini dapat memecahkan masalah-masalah yang telah dirumuskan, (7) menetapkan cara mengumpulkan data sekaligus menyusun instrumen yang diperlukan untuk menjaring data PTK, (8) menetapkan dan menyusun cara-cara analisis data PTK.

2. Melasanakan siklus (rencana tindakan) di dalam kelas. Dalam kegiatan ini diterapkan rencana tindakan yang telah disusun dengan variasi tertentu sesuai dengan kondisi kelas. Selama pelaksanaan tindakan dalam siklus dilakukan pula pengamatan dan refleksi. baik pelaksanaan tindakan, pengamatan maupun refleksi dapat dilakukan secara beiringan, bahkan bersamaan. Semua hal yang berkaitan dengan hal diatas perlu dikumpulkan dengan sebaik-baiknya.

3. Menganalisis data yang telah dikumpulkan baik data tahap perencanaan, pelaksnaan tindakan, pengamatan, maupun refleksi. Analisis data ini harus disesuaikan dengan rumusan masalah yang telah ditetapkan. Hasil analisis data ini dipaparkan sebagai hasil PTK. Setelah itu, perlu dibuat kesimpulan dan rumusan saran.

4. Menulis laporan PTK, yang dapat dilakukan bersamaan dengan kegiatan menganalisis data. Dalam kegiatan ini pertama-tama perlu ditulis paparan hasil-hasil PTK. Paparan hasil PTK ini disatukan dengan deskripsi masalah, rumusan masalah, tujuan, dan kajian konsep atau teoritis. Inilah laporan PTK.

Implementasi PTK

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) memiliki potensi yang sangat besar untuk meningkatkan pembelajaran apabila diimplementasikan dengan baik dan benar. Diimplementasikan dengan baik di sini berarti pihak yang terlibat (dosen dan guru) mencoba dengan sadar mengembangkan kemampuan dalam mendeteksi dan memecahkan masalah-masalah pendidikan dan pembelajaran melalui tindakan bermakna yang diperhitungkan dapat memecahkan masalah atau memperbaiki situasi dan kemudian secara cermat mengamati pelaksanaannya untuk mengukur tingkat keberhasilannya. Diimplementasikan dengan benar berarti sesuai dengan kaidah-kaidah penelitian tindakan.
Makalah ini membahas bagaimana implementasi penelitian tindakan kelas untuk peningkatan kualitas pembelajaran yang mencakup diagnosis dan penetapan masalah yang ingin diselesaikan, bentuk dan skenario tindakan, pengembangan instrumen untuk mengukur kebehasilan tindakan, serta prosedur analisis dan interpretasi data penelitian.

A. Diagnosis dan Penetapan Masalah
Masalah PTK yang merupakan penelitian kolaborasi antara dosen dan guru di sekolah hendaknya berasal dari persoalan-persoalan praktis yang dihadapi guru di kelas. Oleh karena itu, diagnosis masalah hendaknya tidak dilakukan oleh dosen lalu ”ditawarkan” kepada guru untuk dipecahkan tetapi sebaiknya dilakukan bersama-sama oleh dosen dan guru. Pada kenyataannya dosen dapat mengajak guru untuk berkolaborasi melakukan PTK dan menanyakan masalah-masalah apa yang dihadapi guru yang mungkin dapat diteliti melalui PTK. Guru yang telah berpengalaman melakukan penelitian tindakan kelas mungkin dapat langsung mengatakan permasalahan yang dihadapinya yang mungkin dapat diteliti bersama dan kemudian membahas masalah tersebut dengan dosen.
Lain halnya dengan guru yang belum berpengalaman dalam PTK. Guru tersebut mungkin belum dapat secara langsung mengemukakan permasalahan yang mungkin dapat diteliti bersama dosen. Dalam hal ini dosen perlu meminta izin kepada guru untuk hadir di kelas dan mengamati guru mengajar. Setelah pembelajaran berakhir dosen dapat terlebih dahulu menanyakan kepada guru masalah apa yang dirasakan guru pada saat pembelajaran sebelum mengusulkan salah satu permasalahan yang dipikirkan dosen. Dosen baru-boleh mengajukan permasalahan bila guru tidak dapat mendeteksi adanya masalah di kelasnya.
Di dalam mendiagnosis masalah untuk PTK ini guru dan dosen harus ingat bahwa tidak semua topik penelitian dapat diangkat sebagai topik PTK. Hanya masalah yang dapat “dikembangkan berkelanjutan” dalam kegiatan harian selama satu semester atau satu tahun yang dapat dipilih menjadi topik. “Dikembangkan berkelanjutan” berarti bahwa setiap waktu tertentu, misalnya 2 minggu atau satu bulan, rumusan masalahnya, atau hipotesis tindakannya, atau pelaksanaannya sudah perlu diganti atau dimodifikasi. Dalam kegiatan di kelas, guru dapat mencermati masalah-masalah apa yang dapat dikembangkan berkelanjutan ini dalam empat bidang yaitu yang berkaitan dengan pengelolaan kelas, proses belajar-mengajar, pengembangan/penggunaan sumber-sumber belajar, maupun sebagai wahana peningkatan personal dan profesional.
PTK yang dikaitkan dengan pengelolaan kelas dapat dilakukan dalam rangka: 1) meningkatkan kegiatan belajar-mengajar, 2) meningkatkan partisipasi siswa dalam belajar, 3) menerapkan pendekatan belajar-mengajar inovatif, dan 4) mengikutsertakan pihak ketiga dalam proses belajar-mengajar. PTK yang dikaitkan dengan proses belajar mengajar dapat dilakukan dalam rangka: 1) menerapkan berbagai metode mengajar, 2) mengembangkan kurikulum, 3) meningkatkan peranan siswa dalam belajar, dan 4) memperbaiki metode evaluasi. PTK yang dikaitkan dengan pengembangan/penggunaan sumber-sumber belajar dapat dilakukan dalam rangka pengembangan pemanfaatan 1) model atau peraga, 2) sumber-sumber lingkungan, dan 3) peralatan tertentu. PTK sebagai wahana peningkatan personal dan profesional dapat dilakukan dalam rangka 1) meningkatkan hubungan antara siswa, guru, dan orang tua, 2) meningkatkan “konsep diri” siswa dalam belajar, 3) meningkatkan sifat dan kepribadian siswa, serta 4) meningkatkan kompetensi guru secara profesional. Jadi, masalah penelitian yang dipilih hendaknya memenuhi kriteria “dapat diteliti”, dapat “ditindaki”, dan “ditindaklanjuti”. Contoh permasalahan ada di Lampiran 1.
Dari sekian banyak kemungkinan masalah, guru bersama dosen perlu mendiagnosis masalah apa atau masalah mana yang perlu diprioritaskan pemecahannya dalam penelitian yang akan dilakukan bersama itu.
Penetapan masalah hendaknya dilakukan bersama oleh dosen dan guru setelah menganalisis seluruh pilihan masalah, minat, dan keinginan guru serta dosen (bersama) untuk memecahkan salah satu atau beberapa di antaranya. Penetapan masalah ini ditandai dengan penentuan permasalahan yang akan diteliti dan perumusan fokus masalahnya. Rumusan fokus masalah yang mungkin ditetapkan bersama antara guru dan dosen dapat berupa rumusan sebagai berikut: Bagaimana membelajarkan siswa materi tertentu agar siswa mau dan mampu belajar?
Masalah-masalah lain yang mungkin dihadapi guru dapat berupa:
• Bagaimana meningkatkan minat dan motivasi siswa untuk belajar? yang “ideal” itu dapat meningkatkan antusiasme siswa sehingga mereka sepertinya “tidak sabar” menunggu-nunggu datangnya jam pelajaran yang dibina oleh guru tersebut;
• Bagaimana mengajak siswa agar di kelas mereka benar-benar aktif belajar (aktif secara mental maupun fisik, aktif berpikir)?
• Bagaimana menghubungkan materi pembelajaran dengan lingkungan kehidupan siswa sehari-hari agar mereka dapat menggunakan pengetahuan dan pemahamannya mengenai materi itu dalam kehidupan sehari-hari dan tertarik untuk mempelajarinya karena mengetahui manfaatnya?
• Bagaimana memilih strategi pembelajaran yang paling tepat untuk membelajarkan materi?
• Bagaimana melaksanakan pembelajaran kooperatif?
Striger (2004) memberikan arahan untuk memfokuskan penelitian dengan jelas setelah melakukan refleksi mengenai apa yang terjadi yang memunculkan masalah dan apa isu serta peristiwa yang terkait dengan masalah. Isu atau masalah itu harus dinyatakan dalam bentuk pertanyaan yang dapat diteliti dan diidentifikasi tujuan meneliti masalah tersebut.
Isu atau topik yang ingin diteliti: Definisikan apa isu atau peristiwa yang menimbulkan permasalahan.
Masalah penelitian: Nyatakan isu sebagai suatu masalah.
Rumusan masalah: Tuliskan masalah dalam bentuk pertanyaan.
Tujuan penelitian:Deskripsikan apa yang diharapkan dapat diperoleh dengan meneliti masalah ini.
Misalnya dipilih masalah sebagai berikut.
Isu : Siswa kurang aktif di kelas, cenderung tidak pernah mengajukan pertanyaan dalam pembelajaran. Guru sering memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya tetapi hampir tidak ada siswa yang bertanya.
Masalah : Siswa perlu digalakkan untuk aktif dalam kelas, aktif secara utuh (sedapat mungkin ”hands on” atau ”minds on”, bahkan juga kalau mungkin ”hearts on”).
Fokus masalah: Bagaimana meningkatkan partisipasi siswa dalam kelas?
Rumusan masalah PTK yang lengkap biasanya berupa suatu pertanyaan dalam bentuk ”Masalah apa yang terjadi di kelas, bagaimana upaya mengatasinya, apa tindakan yang dianggap tepat untuk itu, di kelas, dan sekolah mana hal itu terjadi?”
Contoh fokus masalah (rumusan masalah yang belum dilengkapi dengan tindakan dan lokasi penelitian): Bagaimana peningkatan partisipasi siswa dalam kelas, baik secara ”hands on”, ”minds on” maupun ”hearts on” ?
Tujuan penelitian: Merupakan jawaban terhadap masalah penelitian
Contoh tujuan (yang belum dilengkapi dengan tindakan dan lokasi penelitian): Meningkatkan partisipasi siswa dalam kelas, baik secara ”hands on”, ”minds on” maupun ”hearts on”..

Setelah ditetapkan fokus masalah seperti itu, dosen dan guru berdiskusi mengadakan gagas pendapat mengenai tindakan apa saja yang dapat dipilih untuk memecahkan masalah.
B. Bentuk dan Skenario Tindakan
Gagas pendapat mengenai tindakan apa saja yang dapat memecahkan masalah yang dihadapi akan menghasilkan banyak alternatif tindakan yang dapat dipilih.
Dosen dan guru perlu membahas bentuk dan macam tindakan (atau tindakan-tindakan) apa yang kira-kira paling dikehendaki untuk dicoba dan dilaksanakan dalam kelas. Bentuk dan macam tindakan ini kemudian dimasukkan dalam judul usulan penelitian yang akan disusun bersama oleh dosen dan guru.
Tindakan yang dipilih dapat disebutkan sebagai suatu nama tindakan (misalnya penugasan siswa membaca materi pelajaran 10 menit sebelum pembelajaran) atau dalam bentuk penggunaan salah satu bentuk media pembelajaran (misalnya penggunaan peta konsep, penggunaan lingkungan sekitar sekolah, penggunaan sungai, dan seterusnya), atau dapat pula dalam bentuk suatu strategi pembelajaran (misalnya strategi pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw atau STAD atau TGT atau GI, strategi pembelajaran berbasis masalah dan seterusnya). Contoh tindakan untuk rumusan masalah di atas: problem posing .
Bagaimana tindakan tersebut akan dilaksanakan dalam PTK perlu direncanakan dengan cermat. Perencanaan pelaksanaan tindakan ini dituangkan dalam bentuk Rencana Pembelajaran (RP) atau dalam bentuk Skenario Pembelajaran. Dalam makalah ini dilampirkan (Lampiran 2) contoh salah satu RP untuk pembelajaran dengan Problem Posing (Chotimah dkk., 2005).
C. Pengembangan Instrumen untuk Mengukur Keberhasilan Tindakan
Instrumen yang diperlukan dalam penelitian tindakan kelas (PTK) haruslah sejalan dengan prosedur dan langkah PTK. Instrumen untuk mengukur keberhasilan tindakan dapat dipahami dari dua sisi yaitu sisi proses dan sisi hal yang diamati.
1. Dari sisi proses
Dari sisi proses (bagan alirnya), instrumen dalam PTK harus dapat menjangkau masalah yang berkaitan dengan input (kondisi awal), proses (saat berlangsung), dan output (hasil).
a. Instrumen untuk input
Instrumen untuk input dapat dikembangkan dari hal-hal yang menjadi akar masalah beserta pendukungnya. Misalnya: akar masalah adalah bekal awal/prestasi tertentu dari peserta didik yang dianggap kurang. Dalam hal ini tes bekal awal dapat menjadi instrumen yang tepat. Di samping itu, mungkin diperlukan pula instrumen pendukung yang mengarah pada pemberdayaan tindakan yang akan dilakukan, misalnya: format peta kelas dalam kondisi awal, buku teks dalam kondisi awal, dst.
b. Instrumen untuk proses
Instrumen yang digunakan pada saat proses berlangsung berkaitan erat dengan tindakan yang dipilih untuk dilakukan. Dalam tahap ini banyak format yang dapat digunakan. Akan tetapi, format yang digunakan hendaknya yang sesuai dengan tindakan yang dipilih.
c. Instrumen untuk output
Adapun instrumen untuk output berkaitan erat dengan evaluasi pencapaian hasil berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. Misalnya: nilai 75 ditetapkan sebagai ambang batas peningkatan (pada saat dilaksanakan tes bekal awal, nilai peserta didik berkisar pada angka 50), maka pencapaian hasil yang belum sampai pada angka 75 perlu untuk dilakukan tindakan lagi (ada siklus berikutnya).

2. Dari sisi Hal yang Diamati
Selain dari sisi proses (bagan alir), instrumen dapat pula dipahami dari sisi hal yang diamati. Dari sisi hal yang diamati, instrumen dapat dikelompokkan menjadi 3 (tiga), yaitu: instrumen untuk mengamati guru (observing teachers), instrumen untuk mengamati kelas (observing classroom), dan instrumen untuk mengamati perilaku siswa (observing students) (Reed dan Bergermann,1992).

a. Pengamatan terhadap Guru (Observing Teachers)
Pengamatan merupakan alat yang terbukti efektif untuk mempelajari tentang metode dan strategi yang diimplementasikan di kelas, misalnya, tentang organisasi kelas, respon siswa terhadap lingkungan kelas, dsb. Salah satu bentuk instrumen pengamatan adalah catatan anekdotal (anecdotal record).
Catatan anekdotal memfokuskan pada hal-hal spesifik yang terjadi di dalam kelas atau catatan tentang aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran. Catatan anekdotal mencatat kejadian di dalam kelas secara informal dalam bentuk naratif. Sejauh mungkin, catatan itu memuat deskripsi rinci dan lugas peristiwa yang terjadi di kelas. Catatan anekdotal tidak mempersyaratkan pengamat memperoleh latihan secara khusus. Suatu catatan anekdotal yang baik setidaknya memiliki empat ciri, yaitu:
1) pengamat harus mengamati keseluruhan sekuensi peristiwa yang terjadi di kelas,
2) tujuan, batas waktu dan rambu-rambu pengamatan jelas,
3) hasil pengamatan dicatat lengkap dan hati-hati, dan
4) pengamatan harus dilakukan secara objektif.

Beberapa model catatan anekdotal yang diusulkan oleh Reed dan Bergermann (1992) dan dapat digunakan dalam PTK, antara lain:
a) Catatan Anekdotal Peristiwa dalam Pembelajaran (Anecdotal Record for Observing Instructional Events),
b) Catatan Anecdotal Interaksi Guru-Siswa (Anecdotal Teacher-Student Interaction Form),
c) Catatan Anekdotal Pola Pengelompokan Belajar (Anecdotal Record Form for Grouping Patterns),
d) Pengamatan Terstruktur (Structured Observation),
e) Lembar Pengamatan Model Manajemen Kelas (Checklist for Management Model),
f) Lembar Pengamatan Keterampilan Bertanya (Checklist for Examining Questions),
g) Catatan Anekdotal Aktivitas Pembelajaran (Anecdotal Record of Pre-, Whilst-, and Post-Teaching Activities) ,
h) Catatan Anekdotal Membantu Siswa Berpartisipasi (Checklist for Routine Involving Students), dsb.

b. Pengamatan terhadap Kelas (Observing Classrooms)
Catatan anekdotal dapat dilengkapi sambil melakukan pengamatan terhadap segala kejadian yang terjadi di kelas. Pengamatan ini sangat bermanfaat karena dapat mengungkapkan praktik-praktik pembelajaran yang menarik di kelas. Di samping itu, pengamatan itu dapat menunjukkan strategi yang digunakan guru dalam menangani kendala dan hambatan pembelajaran yang terjadi di kelas. Catatan anekdotal kelas meliputi deskripsi tentang lingkungan fisik kelas, tata letaknya, dan manajemen kelas.
Beberapa model catatan anekdotal kelas yang diusulkan oleh Reed dan Bergermann (1992) dan dapat digunakan dalam PTK, antara lain:
a) Format Anekdotal Organisasi Kelas (Form for Anecdotal Record of Classroom Organization),
b) Format Peta Kelas (Form for a Classroom Map),
c) Observasi Kelas Terstruktur (Structured Observation of Classrooms),
d) Format Skala Pengkodean Lingkungan Sosial Kelas (Form for Coding Scale of Classroom Social Environment),
e) Lembar Cek Wawancara Personalia Sekolah (Checklist for School Personnel Interviews),
f) Lembar Cek Kompetensi (Checklist of Competencies), dsb.

c. Pengamatan terhadap Siswa (Observing Students).
Pengamatan terhadap perilaku siswa dapat mengungkapkan berbagai hal yang menarik. Masing-masing individu siswa dapat diamati secara individual atau berkelompok sebelum, saat berlangsung, dan sesudah usai pembelajaran. Perubahan pada setiap individu juga dapat diamati, dalam kurun waktu tertentu, mulai dari sebelum dilakukan tindakan, saat tindakan diimplementasikan, dan seusai tindakan.
Beberapa model pengamatan terhadap perilaku siswa diusulkan oleh Reed dan Bergermann (1992) yang dapat digunakan dalam PTK, antara lain:
a) Tes Diagnostik (Diagnostic Test) ,
b) Catatan Anekdotal Perilaku Siswa (Anecdotal Record for Observing Students),
b) Format Bayangan (Shadowing Form),
c) Kartu Profil Siswa (Profile Card of Students),
d) Carta Deskripsi Profil Siswa (Descriptive Profile Chart),
e) Sistem Koding Partisipasi Siswa (Coding System to Observe Student Participation in Lessons),
f) Inventori Kalimat tak Lengkap (Incomplete Sentence Inventory),
g) Pedoman Wawancara untuk Refleksi (Interview Guide for Reflection),
h) Sosiogram, dsb

Adapun instrumen lain selain catatan anekdotal yang dapat digunakan dalam pengumpulan data PTK dapat berwujud:

(1) Pedoman Pengamatan.
Pengamatan partisipatif dilakukan oleh orang yang terlibat secara aktif dalam proses pelaksanaan tindakan. Pengamatan ini dapat dilaksanakan dengan pedoman pengamatan (format, daftar cek), catatan lapangan, jurnal harian, observasi aktivitas di kelas, penggambaran interaksi dalam kelas, alat perekam elektronik, atau pemetaan kelas (cf. Mills, 2004: 19). Pengamatan sangat cocok untuk merekam data kualitatif, misalnya perilaku, aktivitas, dan proses lainnya. Catatan lapangaan sebagai salah satu wujud dari pengamatan dapat digunakan untuk mencatat data kualitatif, kasus istimewa, atau untuk melukiskan suatu proses .

(2) Pedoman Wawancara
Untuk memperoleh data dan atau informasi yang lebih rinci dan untuk melengkapi data hasil observasi, tim peneliti dapat melakukan wawancara kepada guru, siswa, kepala sekolah dan fasilitator yang berkolaborasi. Wawancara digunakan untuk mengungkap data yang berkaitan dengan sikap, pendapat, atau wawasan .
Wawancara dapat dilakukan secara bebas atau terstruktur. Wawancara hendaknya dapat dilakukan dalam situasi informal, wajar, dan peneliti berperan sebagai mitra. Wawancara hendaknya dilakukan dengan mempergunakan pedoman wawancara agar semua informasi dapat diperoleh secara lengkap. Jika dianggap masih ada informasi yang kurang, dapat pula dilakukan secara bebas. Guru yang berkolaborasi dapat berperan pula sebagai pewawancara terhadap siswanya. Namun harus dapat menjaga agar hasil wawancara memiliki objektivitas yang tinggi.

(3) Angket atau kuesioner
Indikator untuk angket atau kuesioner dikembangkan dari permasalahan yang ingin digali.

(4) Pedoman Pengkajian Data dokumen
Dokumen yang dikaji dapat berupa: daftar hadir, silabus, hasil karya peserta didik, hasil karya guru, arsip, lembar kerja dll.

(5) Tes dan Asesmen Alternatif
Pengambilan data yang berupa informasi mengenai pengetahuan, sikap, bakat dan lainnya dapat dilakukan dengan tes atau pengukuran bekal awal atau hasil belajar dengan berbagai prosedur asesmen (cf. Tim PGSM, 1999; Sumarno, 1997; Mills, 2004).

Dalam Lampiran 3—17 dicontohkan beberapa macam instrumen yang dapat digunakan oleh peneliti (Chotimah dkk. 2005; Tim Biologi SMA Lab. UM 2005)

Instrumen ini dikembangkan pada saat penyusunan usulan penelitian atau dikembangkan setelah usulan penelitian disetujui untuk didanai dan dilaksanakan. Keuntungannya bila instrumen dikembangkan pada saat penyusunan usulan adalah peneliti telah mempersiapkan diri lebih dini sehingga peneliti dapat lebih cepat mengimplementasikannya di lapangan.

Pengukuran keberhasilan tindakan sedapat mungkin telah ditetapkan caranya sejak awal penelitian, demikian pula kriteria keberhasilan tindakannya. Keberhasilan tindakan ini disebut sebagai indikator keberhasilan tindakan. Indikator keberhasilan tindakan biasanya ditetapkan berdasarkan suatu ukuran standar yang berlaku. Misalnya: pencapaian penguasaan kompetensi sebesar 75% ditetapkan sebagai ambang batas ketuntasan belajar (pada saat dilaksanakan tes awal, nilai peserta didik berkisar pada angka 50), maka pencapaian hasil yang belum sampai 75% diartikan masih perlu dilakukan tindakan lagi (ada siklus berikutnya).

D. Prosedur Analisis dan Interpretasi Data Penelitian

Dalam PTK, perhatian lebih kepada kasus daripada sampel. Hal ini berimplikasi bahwa metodologi yang dipakai lebih dapat diterapkan terhadap pemahaman situasi problematik daripada atas dasar prediksi di dalam parameter.

1. Analisis Data Penelitian.
Tahap-tahap analisis data penelitian meliputi:
a. validasi hipotesis dengan menggunakan teknik yang sesuai (saturasi, triangulasi, atau jika memang perlu uji statistik);
b. interpretasi dengan acuan teori, menumbuhkan praktik, atau pendapat guru;
c. tindakan untuk perbaikan lebih lanjut yang juga dimonitor dengan teknik penelitian kelas.
Analisis dilakukan dengan menggunakan hasil pengumpulan informasi yang telah dilakukan dalam tahap pengumpulan data. Misalnya, dengan memutar kembali hasil rekaman proses pembelajaran dengan video tape recorder guru mengamati kegiatan mengajarnya dan membahas masalah-masalah yang menjadi perhatian penelitian bersama dengan dosen. Pada proses analisis dibahas apa yang diharapkan terjadi, apa yang kemudian terjadi, mengapa terjadi tidak seperti yang diharapkan, apa penyebabnya atau ternyata sudah terjadi seperti yang diharapkan, dan apakah perlu dilakukan tindaklanjut
2. Validasi hipotesis
Validasi hipotesis adalah diterima atau ditolaknya suatu hipotesis.
Jika di dalam desain penelitian tindakan kelas diajukan hipotesis tindakan yang merupakan keyakinan terhadap tindakan yang akan dilakukan, maka perlu dilakukan validasi. Validasi ini dimaksudkan untuk menguji atau memberikan bukti secara empirik apakah pernyataan keyakinan yang dirumuskan dalam bentuk hipotesis tindakan itu benar. Validasi hipotesis tindakan dengan menggunakan tehnik yang sesuai yaitu: saturasi, triangulasi dan jika perlu dengan uji statistik tetapi bukan generalisasi atas hasil PTK. Saturasi, apakah tidak ditemukan lagi data tambahan. Triangulasi, mempertentangkan persepsi seseorang pelaku dalam situasi tertentu dengan aktor-aktor lain dalam situasi itu, jadi data atau informasi yang telah diperoleh divalidasi dengan melakukan cek, recek, dan cek silang dengan pihak terkait untuk memperoleh kesimpulan yang objektif.

3. Interpretasi Data Penelitian
Interpretasi berarti mengartikan hasil penelitian berdasarkan pemahaman yang dimiliki peneliti. Hal ini dilakukan dengan acuan teori, dibandingkan dengan pengalaman, praktik, atau penilaian dan pendapat guru. Hipotesis tindakan yang telah divalidasi dicocokkan dengan mengacu pada kriteria, norma, dan nilai yang telah diterima oleh guru dan siswa yang dikenai tindakan.

4. Penyusunan Laporan Penelitian
Di Bab Hasil dan Pembahasan Penelitian dalam Laporan PTK pada umumnya peneliti terlebih dulu menyajikan paparan data yang mendeskripsikan secara ringkas apa saja yang dilakukan peneliti sejak pengamatan awal (sebelum penelitian) yaitu kondisi awal guru dan siswa diikuti refleksi awal yang merupakan dasar perencanaan tindakan siklus I, dilanjutkan dengan paparan mengenai pelaksanaan tindakan, hasil observasi kegiatan guru, observasi situasi dan kondisi kelas dan hasil observasi kegiatan siswa. Paparan data itu kemudian diringkas dalam bentuk temuan penelitian yang berisi pokok-pokok hasil observasi dan evaluasi yang disarikan dari paparan data.
Berikutnya berdasarkan temuan data dilakukan refleksi hasil tindakan siklus 1 yang dijadikan dasar untuk merencanakan tindakan untuk siklus ke 2. Di sini dapat dibandingkan hasil siklus 1 dengan indikator keberhasilan tindakan siklus 1 yang telah ditetapkan berdasarkan refleksi awal.
Paparan data siklus dua juga lengkap mulai perencanaan, pelaksanaan, observasi dan evaluasi. Ringkasan paparan data dicantumkan dalam bentuk temuan penelitian. Temuan ini menjadi dasar refleksi tindakan siklus ke 2, termasuk apakah perlu dilanjutkan dengan pelaksanaan tindakan untuk siklus ke 3. Peneliti dapat membandingkan hasil siklus 2 ini dengan indikator keberhasilan tindakan siklus 2 yang telah ditetapkan berdasarkan hasil refleksi tindakan siklus ke 1.
Jadi prosedur analisis dan interpretasi data penelitian dilaksanakan secara deskriptif kualitatif dengan meringkas data (reduksi data), saturasi dan triangulasi.
E. Penutup
PTK merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan keprofesionalan guru maupun dosen. Dalam pelaksanaannya dosen dan guru perlu melakukan segala langkah penelitian ini secara bersama-sama (kolaboratif) dari awal hingga akhir. Ciri khas penelitian ini ialah adanya masalah pembelajaran dan tindakan untuk memecahkan masalah ini. Penelitian tindakan sebenarnya dapat dilakukan oleh guru atau dosen sendiri-sendiri atau seperti dalam pelatihan ini, guru dan dosen dapat saling berkolaborasi. Tahapan penelitian dimulai dari perencanaan, pelaksanaan tindakan dan evaluasi refleksi yang dapat diulang sebagai siklus. Refleksi merupakan pemaknaan dari hasil tindakan yang dilakukan dalam rangka memecahkan masalah. Disarankan guru dan dosen dapat secara kolaboratif melakukan tindakan kelas ini untuk peningkatan keprofesionalannya.
Proposal usulan penelitian tindakan kelas perlu dibuat sebagai pedoman (tuntunan) dalam melaksanakan penelitian. Dalam penyusunan usulan yang sesungguhnya guru peneliti harus berusaha memenuhi ketentuan, kriteria atau standar yang ditetapkan oleh sponsor atau lembaga pemberi dana. Saran lainnya ialah banyak membaca laporan penelitian, artikel dan sumber-sumber mengenai penelitian tindakan kelas.
Di hadapan para bapak ibu dosen yang hadir dalam pelatihan kali ini saya sampaikan harapan masa depan saya mengenai PTK ini yaitu agar makin banyak guru maupun dosen sains seluruh Indonesia yang melaksanakan PTK.
Keinginan lainnya adalah agar dalam pelaksanaan PTK itu dosen dan guru tidak hanya sekedar melaksanakan, tapi juga mengkomunikasikan hasilnya kepada rekan-rekan guru dan dosen lain melalui media komunikasi (majalah) yang sudah ada sekarang. Saya pikir kita juga sudah punya organisasi profesi sehingga pertemuan periodik antar guru dan dosen untuk pengembangan profesi dapat direncanakan dan dilaksanakan secara lebih terjadwal. Melalui pertemuan ilmiah dan majalah ilmiah itu antara para guru dan dosen bidang studi diharapkan dapat terjadi saling tukar informasi, pengalaman, dan pemikiran untuk peningkatan keprofesionalan guru dan dosen.
Akhir kata, saya ingatkan kembali bahwa profesi guru dan dosen adalah profesi yang memerlukan pengembangan terus-menerus, karenanya setiap guru dan dosen harus selalu siap, mau, dan mampu untuk membelajarkan dirinya sepanjang hayat agar dapat lebih mampu membelajarkan anak didiknya. PTK merupakan salah satu sarana belajar sepanjang hayat yang penting yang perlu dikuasai oleh setiap guru dan dosen yang mau mengembangkan keprofesionalannya.

Daftar Rujukan

Chotimah, Husnul, dkk. 2005. “Laporan Koordinator Bidang Studi Biologi Semester II Tahun Pelajaran 2004-2005”. Malang: Yayasan Pendidikan Universitas Negeri Malang: SMA Laboratorium UM.
Depdikbud. 1999. Bahan Pelatihan Penelitian Tindakan. Jakarta: Depdikbud, Dirjen Dikdasmen, Dikmenum.
Mills, Geoffrey. 2003. Action Research: A Guide for the Teacher Researcher. New Jersey: Prentice Hall.
Reed, A. J. S. & Bergermann, V.E. 1992. A Guide to Observation and Participation: In the Classroom. Connecticut: The Dushkin Publishing Group, Inc.
Stringer, Ernie. 2004. Action Research in Education. Columbus: Pearson, Menvi Prentice Hall.
Tim Biologi SMA Lab UM. 2005. “Jurnal Belajar Biologi Kelas X”. Malang: Yayasan Pendidikan Universitas Negeri Malang.

Tim PGSM. 1999. Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Bahan Pelatihan Dosen LPTK dan Guru Sekolah Menengah. Jakarta: Proyek PGSM, Dikti.

ptk 3

Oleh: Prof. Dra. Herawati Susilo, M.Sc., Ph.D. dan Dr. Kisyani Laksono

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) memiliki potensi yang sangat besar untuk meningkatkan pembelajaran apabila diimplementasikan dengan baik dan benar. Diimplementasikan dengan baik di sini berarti pihak yang terlibat (dosen dan guru) mencoba dengan sadar mengembangkan kemampuan dalam mendeteksi dan memecahkan masalah-masalah pendidikan dan pembelajaran melalui tindakan bermakna yang diperhitungkan dapat memecahkan masalah atau memperbaiki situasi dan kemudian secara cermat mengamati pelaksanaannya untuk mengukur tingkat keberhasilannya. Diimplementasikan dengan benar berarti sesuai dengan kaidah-kaidah penelitian tindakan.

Makalah ini membahas bagaimana implementasi penelitian tindakan kelas untuk peningkatan kualitas pembelajaran yang mencakup diagnosis dan penetapan masalah yang ingin diselesaikan, bentuk dan skenario tindakan, pengembangan instrumen untuk mengukur kebehasilan tindakan, serta prosedur analisis dan interpretasi data penelitian.

A. Diagnosis dan Penetapan Masalah

Masalah PTK yang merupakan penelitian kolaborasi antara dosen dan guru di sekolah hendaknya berasal dari persoalan-persoalan praktis yang dihadapi guru di kelas. Oleh karena itu, diagnosis masalah hendaknya tidak dilakukan oleh dosen lalu “ditawarkan” kepada guru untuk dipecahkan tetapi sebaiknya dilakukan bersama-sama oleh dosen dan guru. Pada kenyataannya dosen dapat mengajak guru untuk berkolaborasi melakukan PTK dan menanyakan masalah-masalah apa yang dihadapi guru yang mungkin dapat diteliti melalui PTK. Guru yang telah berpengalaman melakukan penelitian tindakan kelas mungkin dapat langsung mengatakan permasalahan yang dihadapinya yang mungkin dapat diteliti bersama dan kemudian membahas masalah tersebut dengan dosen.

Lain halnya dengan guru yang belum berpengalaman dalam PTK. Guru tersebut mungkin belum dapat secara langsung mengemukakan permasalahan yang mungkin dapat diteliti bersama dosen. Dalam hal ini dosen perlu meminta izin kepada guru untuk hadir di kelas dan mengamati guru mengajar. Setelah pembelajaran berakhir dosen dapat terlebih dahulu menanyakan kepada guru masalah apa yang dirasakan guru pada saat pembelajaran sebelum mengusulkan salah satu permasalahan yang dipikirkan dosen. Dosen baru-boleh mengajukan permasalahan bila guru tidak dapat mendeteksi adanya masalah di kelasnya.

Di dalam mendiagnosis masalah untuk PTK ini guru dan dosen harus ingat bahwa tidak semua topik penelitian dapat diangkat sebagai topik PTK. Hanya masalah yang dapat “dikembangkan berkelanjutan” dalam kegiatan harian selama satu semester atau satu tahun yang dapat dipilih menjadi topik. “Dikembangkan berkelanjutan” berarti bahwa setiap waktu tertentu, misalnya 2 minggu atau satu bulan, rumusan masalahnya, atau hipotesis tindakannya, atau pelaksanaannya sudah perlu diganti atau dimodifikasi. Dalam kegiatan di kelas, guru dapat mencermati masalah-masalah apa yang dapat dikembangkan berkelanjutan ini dalam empat bidang yaitu yang berkaitan dengan pengelolaan kelas, proses belajar-mengajar, pengembangan/penggunaan sumber-sumber belajar, maupun sebagai wahana peningkatan personal dan profesional.
PTK yang dikaitkan dengan pengelolaan kelas dapat dilakukan dalam rangka: 1) meningkatkan kegiatan belajar-mengajar, 2) meningkatkan partisipasi siswa dalam belajar, 3) menerapkan pendekatan belajar-mengajar inovatif, dan 4) mengikutsertakan pihak ketiga dalam proses belajar-mengajar. PTK yang dikaitkan dengan proses belajar mengajar dapat dilakukan dalam rangka: 1) menerapkan berbagai metode mengajar, 2) mengembangkan kurikulum, 3) meningkatkan peranan siswa dalam belajar, dan 4) memperbaiki metode evaluasi. PTK yang dikaitkan dengan pengembangan/penggunaan sumber-sumber belajar dapat dilakukan dalam rangka pengembangan pemanfaatan 1) model atau peraga, 2) sumber-sumber lingkungan, dan 3) peralatan tertentu. PTK sebagai wahana peningkatan personal dan profesional dapat dilakukan dalam rangka 1) meningkatkan hubungan antara siswa, guru, dan orang tua, 2) meningkatkan “konsep diri” siswa dalam belajar, 3) meningkatkan sifat dan kepribadian siswa, serta 4) meningkatkan kompetensi guru secara profesional. Jadi, masalah penelitian yang dipilih hendaknya memenuhi kriteria “dapat diteliti”, dapat “ditindaki”, dan “ditindaklanjuti”. Contoh permasalahan ada di Lampiran 1.

Dari sekian banyak kemungkinan masalah, guru bersama dosen perlu mendiagnosis masalah apa atau masalah mana yang perlu diprioritaskan pemecahannya dalam penelitian yang akan dilakukan bersama itu.

Penetapan masalah hendaknya dilakukan bersama oleh dosen dan guru setelah menganalisis seluruh pilihan masalah, minat, dan keinginan guru serta dosen (bersama) untuk memecahkan salah satu atau beberapa di antaranya. Penetapan masalah ini ditandai dengan penentuan permasalahan yang akan diteliti dan perumusan fokus masalahnya. Rumusan fokus masalah yang mungkin ditetapkan bersama antara guru dan dosen dapat berupa rumusan sebagai berikut: Bagaimana membelajarkan siswa materi tertentu agar siswa mau dan mampu belajar?
Masalah-masalah lain yang mungkin dihadapi guru dapat berupa:

  • Bagaimana meningkatkan minat dan motivasi siswa untuk belajar? yang “ideal” itu dapat meningkatkan antusiasme siswa sehingga mereka sepertinya “tidak sabar” menunggu-nunggu datangnya jam pelajaran yang dibina oleh guru tersebut;

  • Bagaimana mengajak siswa agar di kelas mereka benar-benar aktif belajar (aktif secara mental maupun fisik, aktif berpikir)?

  • Bagaimana menghubungkan materi pembelajaran dengan lingkungan kehidupan siswa sehari-hari agar mereka dapat menggunakan pengetahuan dan pemahamannya mengenai materi itu dalam kehidupan sehari-hari dan tertarik untuk mempelajarinya karena mengetahui manfaatnya?

  • Bagaimana memilih strategi pembelajaran yang paling tepat untuk membelajarkan materi?

  • Bagaimana melaksanakan pembelajaran kooperatif?

Striger (2004) memberikan arahan untuk memfokuskan penelitian dengan jelas setelah melakukan refleksi mengenai apa yang terjadi yang memunculkan masalah dan apa isu serta peristiwa yang terkait dengan masalah. Isu atau masalah itu harus dinyatakan dalam bentuk pertanyaan yang dapat diteliti dan diidentifikasi tujuan meneliti masalah tersebut.
Isu atau topik yang ingin diteliti: Definisikan apa isu atau peristiwa yang menimbulkan permasalahan.

Masalah penelitian: Nyatakan isu sebagai suatu masalah.

Rumusan masalah: Tuliskan masalah dalam bentuk pertanyaan.

Tujuan penelitian:Deskripsikan apa yang diharapkan dapat diperoleh dengan meneliti masalah ini.
Misalnya dipilih masalah sebagai berikut.

Isu : Siswa kurang aktif di kelas, cenderung tidak pernah mengajukan pertanyaan dalam pembelajaran. Guru sering memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya tetapi hampir tidak ada siswa yang bertanya.

Masalah : Siswa perlu digalakkan untuk aktif dalam kelas, aktif secara utuh (sedapat mungkin “hands on” atau “minds on”, bahkan juga kalau mungkin “hearts on”).
Fokus masalah: Bagaimana meningkatkan partisipasi siswa dalam kelas?
Rumusan masalah PTK yang lengkap biasanya berupa suatu pertanyaan dalam bentuk “Masalah apa yang terjadi di kelas, bagaimana upaya mengatasinya, apa tindakan yang dianggap tepat untuk itu, di kelas, dan sekolah mana hal itu terjadi?”

Contoh fokus masalah (rumusan masalah yang belum dilengkapi dengan tindakan dan lokasi penelitian): Bagaimana peningkatan partisipasi siswa dalam kelas, baik secara “hands on”, “minds on” maupun “hearts on” ?

Tujuan penelitian: Merupakan jawaban terhadap masalah penelitian
Contoh tujuan (yang belum dilengkapi dengan tindakan dan lokasi penelitian): Meningkatkan partisipasi siswa dalam kelas, baik secara “hands on”, “minds on” maupun “hearts on”..

Setelah ditetapkan fokus masalah seperti itu, dosen dan guru berdiskusi mengadakan gagas pendapat mengenai tindakan apa saja yang dapat dipilih untuk memecahkan masalah.

B. Bentuk dan Skenario Tindakan

Gagas pendapat mengenai tindakan apa saja yang dapat memecahkan masalah yang dihadapi akan menghasilkan banyak alternatif tindakan yang dapat dipilih.
Dosen dan guru perlu membahas bentuk dan macam tindakan (atau tindakan-tindakan) apa yang kira-kira paling dikehendaki untuk dicoba dan dilaksanakan dalam kelas. Bentuk dan macam tindakan ini kemudian dimasukkan dalam judul usulan penelitian yang akan disusun bersama oleh dosen dan guru.

Tindakan yang dipilih dapat disebutkan sebagai suatu nama tindakan (misalnya penugasan siswa membaca materi pelajaran 10 menit sebelum pembelajaran) atau dalam bentuk penggunaan salah satu bentuk media pembelajaran (misalnya penggunaan peta konsep, penggunaan lingkungan sekitar sekolah, penggunaan sungai, dan seterusnya), atau dapat pula dalam bentuk suatu strategi pembelajaran (misalnya strategi pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw atau STAD atau TGT atau GI, strategi pembelajaran berbasis masalah dan seterusnya). Contoh tindakan untuk rumusan masalah di atas: problem posing .

Bagaimana tindakan tersebut akan dilaksanakan dalam PTK perlu direncanakan dengan cermat. Perencanaan pelaksanaan tindakan ini dituangkan dalam bentuk Rencana Pembelajaran (RP) atau dalam bentuk Skenario Pembelajaran. Dalam makalah ini dilampirkan (Lampiran 2) contoh salah satu RP untuk pembelajaran dengan Problem Posing (Chotimah dkk., 2005).

C. Pengembangan Instrumen untuk Mengukur Keberhasilan Tindakan

Instrumen yang diperlukan dalam penelitian tindakan kelas (PTK) haruslah sejalan dengan prosedur dan langkah PTK. Instrumen untuk mengukur keberhasilan tindakan dapat dipahami dari dua sisi yaitu sisi proses dan sisi hal yang diamati.
1. Dari sisi proses

Dari sisi proses (bagan alirnya), instrumen dalam PTK harus dapat menjangkau masalah yang berkaitan dengan input (kondisi awal), proses (saat berlangsung), dan output (hasil).
a. Instrumen untuk input

Instrumen untuk input dapat dikembangkan dari hal-hal yang menjadi akar masalah beserta pendukungnya. Misalnya: akar masalah adalah bekal awal/prestasi tertentu dari peserta didik yang dianggap kurang. Dalam hal ini tes bekal awal dapat menjadi instrumen yang tepat. Di samping itu, mungkin diperlukan pula instrumen pendukung yang mengarah pada pemberdayaan tindakan yang akan dilakukan, misalnya: format peta kelas dalam kondisi awal, buku teks dalam kondisi awal, dst.

b. Instrumen untuk proses

Instrumen yang digunakan pada saat proses berlangsung berkaitan erat dengan tindakan yang dipilih untuk dilakukan. Dalam tahap ini banyak format yang dapat digunakan. Akan tetapi, format yang digunakan hendaknya yang sesuai dengan tindakan yang dipilih.
c. Instrumen untuk output

Adapun instrumen untuk output berkaitan erat dengan evaluasi pencapaian hasil berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. Misalnya: nilai 75 ditetapkan sebagai ambang batas peningkatan (pada saat dilaksanakan tes bekal awal, nilai peserta didik berkisar pada angka 50), maka pencapaian hasil yang belum sampai pada angka 75 perlu untuk dilakukan tindakan lagi (ada siklus berikutnya).

2. Dari sisi Hal yang Diamati

Selain dari sisi proses (bagan alir), instrumen dapat pula dipahami dari sisi hal yang diamati. Dari sisi hal yang diamati, instrumen dapat dikelompokkan menjadi 3 (tiga), yaitu: instrumen untuk mengamati guru (observing teachers), instrumen untuk mengamati kelas (observing classroom), dan instrumen untuk mengamati perilaku siswa (observing students) (Reed dan Bergermann,1992).

a. Pengamatan terhadap Guru (Observing Teachers)

Pengamatan merupakan alat yang terbukti efektif untuk mempelajari tentang metode dan strategi yang diimplementasikan di kelas, misalnya, tentang organisasi kelas, respon siswa terhadap lingkungan kelas, dsb. Salah satu bentuk instrumen pengamatan adalah catatan anekdotal (anecdotal record).

Catatan anekdotal memfokuskan pada hal-hal spesifik yang terjadi di dalam kelas atau catatan tentang aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran. Catatan anekdotal mencatat kejadian di dalam kelas secara informal dalam bentuk naratif. Sejauh mungkin, catatan itu memuat deskripsi rinci dan lugas peristiwa yang terjadi di kelas. Catatan anekdotal tidak mempersyaratkan pengamat memperoleh latihan secara khusus. Suatu catatan anekdotal yang baik setidaknya memiliki empat ciri, yaitu:

pengamat harus mengamati keseluruhan sekuensi peristiwa yang terjadi di kelas, tujuan, batas waktu dan rambu-rambu pengamatan jelas, hasil pengamatan dicatat lengkap dan hati-hati, dan pengamatan harus dilakukan secara objektif.

Beberapa model catatan anekdotal yang diusulkan oleh Reed dan Bergermann (1992) dan dapat digunakan dalam PTK, antara lain:

Catatan Anekdotal Peristiwa dalam Pembelajaran (Anecdotal Record for Observing Instructional Events),

Catatan Anecdotal Interaksi Guru-Siswa (Anecdotal Teacher-Student Interaction Form),

Catatan Anekdotal Pola Pengelompokan Belajar (Anecdotal Record Form for Grouping Patterns),

Pengamatan Terstruktur (Structured Observation),

Lembar Pengamatan Model Manajemen Kelas (Checklist for Management Model),

Lembar Pengamatan Keterampilan Bertanya (Checklist for Examining Questions),

Catatan Anekdotal Aktivitas Pembelajaran (Anecdotal Record of Pre-, Whilst-, and Post-Teaching Activities) ,

Catatan Anekdotal Membantu Siswa Berpartisipasi (Checklist for Routine Involving Students), dsb.

b. Pengamatan terhadap Kelas (Observing Classrooms)

Catatan anekdotal dapat dilengkapi sambil melakukan pengamatan terhadap segala kejadian yang terjadi di kelas. Pengamatan ini sangat bermanfaat karena dapat mengungkapkan praktik-praktik pembelajaran yang menarik di kelas. Di samping itu, pengamatan itu dapat menunjukkan strategi yang digunakan guru dalam menangani kendala dan hambatan pembelajaran yang terjadi di kelas. Catatan anekdotal kelas meliputi deskripsi tentang lingkungan fisik kelas, tata letaknya, dan manajemen kelas.

Beberapa model catatan anekdotal kelas yang diusulkan oleh Reed dan Bergermann (1992) dan dapat digunakan dalam PTK, antara lain:

a) Format Anekdotal Organisasi Kelas (Form for Anecdotal Record of Classroom Organization),

b) Format Peta Kelas (Form for a Classroom Map),

c) Observasi Kelas Terstruktur (Structured Observation of Classrooms),

d) Format Skala Pengkodean Lingkungan Sosial Kelas (Form for Coding Scale of Classroom Social Environment),

e) Lembar Cek Wawancara Personalia Sekolah (Checklist for School Personnel Interviews),

f) Lembar Cek Kompetensi (Checklist of Competencies), dsb.

c. Pengamatan terhadap Siswa (Observing Students).

Pengamatan terhadap perilaku siswa dapat mengungkapkan berbagai hal yang menarik. Masing-masing individu siswa dapat diamati secara individual atau berkelompok sebelum, saat berlangsung, dan sesudah usai pembelajaran. Perubahan pada setiap individu juga dapat diamati, dalam kurun waktu tertentu, mulai dari sebelum dilakukan tindakan, saat tindakan diimplementasikan, dan seusai tindakan.

Beberapa model pengamatan terhadap perilaku siswa diusulkan oleh Reed dan Bergermann (1992) yang dapat digunakan dalam PTK, antara lain:

Tes Diagnostik (Diagnostic Test) ,

a) Catatan Anekdotal Perilaku Siswa (Anecdotal Record for Observing Students),

b) Format Bayangan (Shadowing Form),

c) Kartu Profil Siswa (Profile Card of Students),

d) Carta Deskripsi Profil Siswa (Descriptive Profile Chart),

e) Sistem Koding Partisipasi Siswa (Coding System to Observe Student Participation in Lessons),

f) Inventori Kalimat tak Lengkap (Incomplete Sentence Inventory),

g) Pedoman Wawancara untuk Refleksi (Interview Guide for Reflection),

h) Sosiogram, dsb

Adapun instrumen lain selain catatan anekdotal yang dapat digunakan dalam pengumpulan data PTK dapat berwujud:

(1) Pedoman Pengamatan.

Pengamatan partisipatif dilakukan oleh orang yang terlibat secara aktif dalam proses pelaksanaan tindakan. Pengamatan ini dapat dilaksanakan dengan pedoman pengamatan (format, daftar cek), catatan lapangan, jurnal harian, observasi aktivitas di kelas, penggambaran interaksi dalam kelas, alat perekam elektronik, atau pemetaan kelas (cf. Mills, 2004: 19). Pengamatan sangat cocok untuk merekam data kualitatif, misalnya perilaku, aktivitas, dan proses lainnya. Catatan lapangaan sebagai salah satu wujud dari pengamatan dapat digunakan untuk mencatat data kualitatif, kasus istimewa, atau untuk melukiskan suatu proses .

(2) Pedoman Wawancara

Untuk memperoleh data dan atau informasi yang lebih rinci dan untuk melengkapi data hasil observasi, tim peneliti dapat melakukan wawancara kepada guru, siswa, kepala sekolah dan fasilitator yang berkolaborasi. Wawancara digunakan untuk mengungkap data yang berkaitan dengan sikap, pendapat, atau wawasan .

Wawancara dapat dilakukan secara bebas atau terstruktur. Wawancara hendaknya dapat dilakukan dalam situasi informal, wajar, dan peneliti berperan sebagai mitra. Wawancara hendaknya dilakukan dengan mempergunakan pedoman wawancara agar semua informasi dapat diperoleh secara lengkap. Jika dianggap masih ada informasi yang kurang, dapat pula dilakukan secara bebas. Guru yang berkolaborasi dapat berperan pula sebagai pewawancara terhadap siswanya. Namun harus dapat menjaga agar hasil wawancara memiliki objektivitas yang tinggi.

(3) Angket atau kuesioner

Indikator untuk angket atau kuesioner dikembangkan dari permasalahan yang ingin digali.

(4) Pedoman Pengkajian Data dokumen

Dokumen yang dikaji dapat berupa: daftar hadir, silabus, hasil karya peserta didik, hasil karya guru, arsip, lembar kerja dll.

(5) Tes dan Asesmen Alternatif

Pengambilan data yang berupa informasi mengenai pengetahuan, sikap, bakat dan lainnya dapat dilakukan dengan tes atau pengukuran bekal awal atau hasil belajar dengan berbagai prosedur asesmen (cf. Tim PGSM, 1999; Sumarno, 1997; Mills, 2004).

Dalam Lampiran 3-17 dicontohkan beberapa macam instrumen yang dapat digunakan oleh peneliti (Chotimah dkk. 2005; Tim Biologi SMA Lab. UM 2005)

Instrumen ini dikembangkan pada saat penyusunan usulan penelitian atau dikembangkan setelah usulan penelitian disetujui untuk didanai dan dilaksanakan. Keuntungannya bila instrumen dikembangkan pada saat penyusunan usulan adalah peneliti telah mempersiapkan diri lebih dini sehingga peneliti dapat lebih cepat mengimplementasikannya di lapangan.

Pengukuran keberhasilan tindakan sedapat mungkin telah ditetapkan caranya sejak awal penelitian, demikian pula kriteria keberhasilan tindakannya. Keberhasilan tindakan ini disebut sebagai indikator keberhasilan tindakan. Indikator keberhasilan tindakan biasanya ditetapkan berdasarkan suatu ukuran standar yang berlaku. Misalnya: pencapaian penguasaan kompetensi sebesar 75% ditetapkan sebagai ambang batas ketuntasan belajar (pada saat dilaksanakan tes awal, nilai peserta didik berkisar pada angka 50), maka pencapaian hasil yang belum sampai 75% diartikan masih perlu dilakukan tindakan lagi (ada siklus berikutnya).

D. Prosedur Analisis dan Interpretasi Data Penelitian

Dalam PTK, perhatian lebih kepada kasus daripada sampel. Hal ini berimplikasi bahwa metodologi yang dipakai lebih dapat diterapkan terhadap pemahaman situasi problematik daripada atas dasar prediksi di dalam parameter.

1. Analisis Data Penelitian.

Tahap-tahap analisis data penelitian meliputi:

a. validasi hipotesis dengan menggunakan teknik yang sesuai (saturasi, triangulasi, atau jika memang perlu uji statistik);

b. interpretasi dengan acuan teori, menumbuhkan praktik, atau pendapat guru;

c. tindakan untuk perbaikan lebih lanjut yang juga dimonitor dengan teknik penelitian kelas.

Analisis dilakukan dengan menggunakan hasil pengumpulan informasi yang telah dilakukan dalam tahap pengumpulan data. Misalnya, dengan memutar kembali hasil rekaman proses pembelajaran dengan video tape recorder guru mengamati kegiatan mengajarnya dan membahas masalah-masalah yang menjadi perhatian penelitian bersama dengan dosen. Pada proses analisis dibahas apa yang diharapkan terjadi, apa yang kemudian terjadi, mengapa terjadi tidak seperti yang diharapkan, apa penyebabnya atau ternyata sudah terjadi seperti yang diharapkan, dan apakah perlu dilakukan tindaklanjut

2. Validasi hipotesis

Validasi hipotesis adalah diterima atau ditolaknya suatu hipotesis.

Jika di dalam desain penelitian tindakan kelas diajukan hipotesis tindakan yang merupakan keyakinan terhadap tindakan yang akan dilakukan, maka perlu dilakukan validasi. Validasi ini dimaksudkan untuk menguji atau memberikan bukti secara empirik apakah pernyataan keyakinan yang dirumuskan dalam bentuk hipotesis tindakan itu benar. Validasi hipotesis tindakan dengan menggunakan tehnik yang sesuai yaitu: saturasi, triangulasi dan jika perlu dengan uji statistik tetapi bukan generalisasi atas hasil PTK. Saturasi, apakah tidak ditemukan lagi data tambahan. Triangulasi, mempertentangkan persepsi seseorang pelaku dalam situasi tertentu dengan aktor-aktor lain dalam situasi itu, jadi data atau informasi yang telah diperoleh divalidasi dengan melakukan cek, recek, dan cek silang dengan pihak terkait untuk memperoleh kesimpulan yang objektif.

3. Interpretasi Data Penelitian

Interpretasi berarti mengartikan hasil penelitian berdasarkan pemahaman yang dimiliki peneliti. Hal ini dilakukan dengan acuan teori, dibandingkan dengan pengalaman, praktik, atau penilaian dan pendapat guru. Hipotesis tindakan yang telah divalidasi dicocokkan dengan mengacu pada kriteria, norma, dan nilai yang telah diterima oleh guru dan siswa yang dikenai tindakan.

4. Penyusunan Laporan Penelitian

Di Bab Hasil dan Pembahasan Penelitian dalam Laporan PTK pada umumnya peneliti terlebih dulu menyajikan paparan data yang mendeskripsikan secara ringkas apa saja yang dilakukan peneliti sejak pengamatan awal (sebelum penelitian) yaitu kondisi awal guru dan siswa diikuti refleksi awal yang merupakan dasar perencanaan tindakan siklus I, dilanjutkan dengan paparan mengenai pelaksanaan tindakan, hasil observasi kegiatan guru, observasi situasi dan kondisi kelas dan hasil observasi kegiatan siswa. Paparan data itu kemudian diringkas dalam bentuk temuan penelitian yang berisi pokok-pokok hasil observasi dan evaluasi yang disarikan dari paparan data.

Berikutnya berdasarkan temuan data dilakukan refleksi hasil tindakan siklus 1 yang dijadikan dasar untuk merencanakan tindakan untuk siklus ke 2. Di sini dapat dibandingkan hasil siklus 1 dengan indikator keberhasilan tindakan siklus 1 yang telah ditetapkan berdasarkan refleksi awal.

Paparan data siklus dua juga lengkap mulai perencanaan, pelaksanaan, observasi dan evaluasi. Ringkasan paparan data dicantumkan dalam bentuk temuan penelitian. Temuan ini menjadi dasar refleksi tindakan siklus ke 2, termasuk apakah perlu dilanjutkan dengan pelaksanaan tindakan untuk siklus ke 3. Peneliti dapat membandingkan hasil siklus 2 ini dengan indikator keberhasilan tindakan siklus 2 yang telah ditetapkan berdasarkan hasil refleksi tindakan siklus ke 1.

Jadi prosedur analisis dan interpretasi data penelitian dilaksanakan secara deskriptif kualitatif dengan meringkas data (reduksi data), saturasi dan triangulasi.

E. Penutup

PTK merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan keprofesionalan guru maupun dosen. Dalam pelaksanaannya dosen dan guru perlu melakukan segala langkah penelitian ini secara bersama-sama (kolaboratif) dari awal hingga akhir. Ciri khas penelitian ini ialah adanya masalah pembelajaran dan tindakan untuk memecahkan masalah ini. Penelitian tindakan sebenarnya dapat dilakukan oleh guru atau dosen sendiri-sendiri atau seperti dalam pelatihan ini, guru dan dosen dapat saling berkolaborasi. Tahapan penelitian dimulai dari perencanaan, pelaksanaan tindakan dan evaluasi refleksi yang dapat diulang sebagai siklus. Refleksi merupakan pemaknaan dari hasil tindakan yang dilakukan dalam rangka memecahkan masalah. Disarankan guru dan dosen dapat secara kolaboratif melakukan tindakan kelas ini untuk peningkatan keprofesionalannya.

Proposal usulan penelitian tindakan kelas perlu dibuat sebagai pedoman (tuntunan) dalam melaksanakan penelitian. Dalam penyusunan usulan yang sesungguhnya guru peneliti harus berusaha memenuhi ketentuan, kriteria atau standar yang ditetapkan oleh sponsor atau lembaga pemberi dana. Saran lainnya ialah banyak membaca laporan penelitian, artikel dan sumber-sumber mengenai penelitian tindakan kelas.

Di hadapan para bapak ibu dosen yang hadir dalam pelatihan kali ini saya sampaikan harapan masa depan saya mengenai PTK ini yaitu agar makin banyak guru maupun dosen sains seluruh Indonesia yang melaksanakan PTK.

Keinginan lainnya adalah agar dalam pelaksanaan PTK itu dosen dan guru tidak hanya sekedar melaksanakan, tapi juga mengkomunikasikan hasilnya kepada rekan-rekan guru dan dosen lain melalui media komunikasi (majalah) yang sudah ada sekarang. Saya pikir kita juga sudah punya organisasi profesi sehingga pertemuan periodik antar guru dan dosen untuk pengembangan profesi dapat direncanakan dan dilaksanakan secara lebih terjadwal. Melalui pertemuan ilmiah dan majalah ilmiah itu antara para guru dan dosen bidang studi diharapkan dapat terjadi saling tukar informasi, pengalaman, dan pemikiran untuk peningkatan keprofesionalan guru dan dosen.

Akhir kata, saya ingatkan kembali bahwa profesi guru dan dosen adalah profesi yang memerlukan pengembangan terus-menerus, karenanya setiap guru dan dosen harus selalu siap, mau, dan mampu untuk membelajarkan dirinya sepanjang hayat agar dapat lebih mampu membelajarkan anak didiknya. PTK merupakan salah satu sarana belajar sepanjang hayat yang penting yang perlu dikuasai oleh setiap guru dan dosen yang mau mengembangkan keprofesionalannya.

Daftar Rujukan

Chotimah, Husnul, dkk. 2005. “Laporan Koordinator Bidang Studi Biologi Semester II Tahun Pelajaran 2004-2005″. Malang: Yayasan Pendidikan Universitas Negeri Malang: SMA Laboratorium UM.

Depdikbud. 1999. Bahan Pelatihan Penelitian Tindakan. Jakarta: Depdikbud, Dirjen Dikdasmen, Dikmenum.

Mills, Geoffrey. 2003. Action Research: A Guide for the Teacher Researcher. New Jersey: Prentice Hall.

Reed, A. J. S. & Bergermann, V.E. 1992. A Guide to Observation and Participation: In the Classroom. Connecticut: The Dushkin Publishing Group, Inc.

Stringer, Ernie. 2004. Action Research in Education. Columbus: Pearson, Menvi Prentice Hall.

Tim Biologi SMA Lab UM. 2005. “Jurnal Belajar Biologi Kelas X”. Malang: Yayasan Pendidikan Universitas Negeri Malang.

Tim PGSM. 1999. Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Bahan Pelatihan Dosen LPTK dan Guru Sekolah Menengah. Jakarta: Proyek PGSM, Dikti