Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ke-1
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial
Kelas/Semester : VI / 1
Pertemuan ke : 1 s.d. 6
Alokasi Waktu : 18 jam pelajaran ( 6 X pertemuan )
Standar Kompetensi : 1. Memahami perkembangan wilayah Indonesia,
kenampakan alam dan keadaan sosial negara-negara di
Asia Tenggara, serta benua-benua
Kompetensi Dasar : 1.1. Mendeskripsikan perkembangan sistem administrasi
wilayah Indonesia
Indikator : 1. Mendeskripsikan perubahan wilayah provinsi di
Indonesia
2. Mendiskripsikan perubahan wilayah dan laut teritorial
Indonesia
I. Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari bab ini diharapkan siswa dapat :
• Menjelaskan perkembangan wilayah Indonesia
• Menunjukkan peta wilayah provinsi di Indonesia
• Menjelaskan pembagian wilayah perairan laut Indonesia.
• Menunjukkan peta administrasi wilayah.
II. Materi Pembelajaran
Perkembangan Sistem Administrasi Wilayah
III. Metode Pembelajaran
Informasi, pemberian tugas, diskusi, tanya jawab
IV. Langkah-langkah Pembelajaran
Pertemuan ke-1
Kegiatan Awal
1. Informasi guru tentang pembagian wilayah Indonesia pada tanggal 19 Agustus 1945
2. Tanya jawab guru dengan siswa tentang provinsi Indonesia pada awal Indonesia
Merdeka.
Kegiatan Inti
1. Siswa mendata pembagian wilayah Indonesia pada tanggal 19 Agustus 1945
2. Siswa mendata pembagian wilayah Indonesia pada tahun 1956
3. Siswa mendata pembagian wilayah Indonesia pada tahun 1957
4. Siswa mendata pembagian wilayah Indonesia pada tahun 1958
5. Siswa mendata pembagian wilayah Indonesia pada tahun 1999
6. Siswa mendata pembagian wilayah Indonesia pada tahun 2000
7. Siswa mendata pembagian wilayah Indonesia pada tahun 2002
8. Siswa mendata pembagian wilayah Indonesia pada tahun 2004
Kegiatan Akhir
Guru menyimpulkan tentang perkembangan wilayah Indonesia.
Pertemuan ke-2
Kegiatan Awal
1. Guru bertanya jawab dengan siswa tentang perkembangan wilayah pada tahun
2004.
2. Siswa menyebutkan provinsi-provinsi baru di wilayah Indoneisa bagian barat.
Kegiatan Inti
1. Guru memperlihatkan peta Indonesia di depan kelas.
2. Siswa memperhatikan atlas Indonesia mereka masing-masing.
3. Dengan bimbingan guru siswa menunjukkan letak dan nama provinsi di Indonesia
barat.
Kegiatan Akhir
Guru menunjuk siswa secara acak bergiliran maju ke depan kelas untuk
menunjukkan letak provinsi yang di maksud guru.
Pertemuan ke-3
Kegiatan Awal
1. Guru bertanya jawab dengan siswa tentang perkembangan wilayah Indonesia
tengah pada tahun 2004.
2. Siswa menyebutkan provinsi-provinsi baru di wilayah Indonesia tengah.
Kegiatan Inti
1. Guru memperlihatkan peta Indonesia di depan kelas.
2. Siswa memperhatikan atlas Indonesia mereka masing-masing.
3. Dengan bimbingan guru, siswa menunjukkan letak dan nama provinsi di Indonesia
tengah..
Kegiatan Akhir
Guru menunjuk siswa secara acak bergiliran maju ke depan kelas untuk
menunjukan letak provinsi yang di maksud guru.
Pertemuan ke-4
Kegiatan Awal
1. Guru bertanya jawab dengan siswa tentang perkembangan wilayah Indonesia timur
pada tahun 2004.
2. Siswa menyebutkan provinsi-provinsi baru di wilayah Indonesia timur.
Kegiatan Inti
1. Guru memperlihatkan peta Indonesia di depan kelas.
2. Siswa memperhatikan atlas Indonesia mereka masing-masing.
3. Dengan bimbingan guru siswa menunjukkan letak dan nama provinsi di Indonesia
timur..
Kegiatan Akhir
Guru menunjuk secara acak bergiliran maju ke depan kelas untuk menunjukan letak
provinsi yang di maksud guru.
Pertemuan ke-5
Kegiatan Awal
1. Tanya jawab guru dan siswa tentang wilayah Indonesia.
2. Tanya jawab guru dan siswa tentang letak Indonesia secara geografis.
Kegiatan Inti
1. Siswa membaca buku pada halaman 24-25
2. Siswa mendata wilayah perairan laut Indonesia.
3. Siswa menanyakan hal-hal yang belum dimengerti pada guru.
Kegiatan Akhir
Guru menyimpulkan tentang wilayah perairan laut Indonesia berdasarkan Konvensi
Hukum Laut Internasional di Jamaika tahun 1982.
Pertemuan ke-6
Kegiatan Awal
1. Guru memperlihatkan peta Indonesia di depan kelas.
2. Siswa memperhatikan peta Indonesia di depan kelas.
3. Guru memberi informasi tentang wilayah laut Indonesia
4. Siswa dengan bimbingan guru menunjukkan pada peta tentang wilayah perairan
Indonesia.
Kegiatan Inti
1. Siswa membaca pada halaman 25-26.
2. Siswa mendata usaha yang dapat dilakukan untuk mencegah kerusakan lingkungan
alam.
Kegiatan Akhir
Siswa mengerjakan tugas pada halaman 27.
V. Alat / Bahan / Sumber Belajar
• Buku Horizon IPS 6A terbitan Yudhistira hal. 1 – 32
• Peta Indonesia
• Atlas.
VI. Penilaian
o Pengamatan keaktifan siswa dalam menjawab pertanyaan guru
o Diskusi membaca peta
o Mengerjakan tugas halaman 27
o Mengerjakan evaluasi belajar hal 30-32.
Mengetahui ................, ......................
Kepala Sekolah, Guru Kelas
............................................... ..............................................
NIP NIP
Monday, May 5, 2008
Tuesday, April 29, 2008
Monday, April 28, 2008
Waktu Belajar, Atur Waktumu
Coba simak saran-saran di bawah ini, supaya prestasi akademik kita tambah oke, pikiran tidak ruwet.
1. Perhatikan kapan waktu luang yang kita miliki. Waktu luang di sini adalah waktu yang membebaskan kita dari segala aktifitas sekolah, les tambahan atau kursus keterampilan.
2. Perhatikan juga kondisi yang menurut kita paling fit buat belajar. Misal di malam hari atau justru dini hari sebelum matahari terbit. Ingat lho, tidak semua waktu belajar tuh sama buat semua orang.
3. Catat semua waktu-waktu tersebut. Kita mulai atur waktu luang yang ada untuk porsi belajar dan rekreasi atau istirahat. Buatlah jadwal untuk mengatur waktu belajar, dan jangan lupa untuk menyesuaikan dengan pelajaran yang ada.
4. Sesi belajar ideal adalah 50 menit ditambah dengan waktu selingan untuk istirahat. Kalau sudah merasa bosan, buat variasi dalam belajar. Misal ganti lokasi belajar, atau ajak teman untuk belajar bareng.
5. Jaga motivasi belajar. Caranya bisa dengan membuat target atau mantapkan dalam mental kita kalau dengan belajar suatu materi baru berarti kemampuan kita akan bertambah.
6. Jangan lupa dengan kondisi badan. Kesehatan adalah segalanya. Kalau kita sakit, segala usaha yang sudah dikerjakan akan sia-sia. Maka dari itu, waktu untuk istirahat jangan lupa disertakan dalam agenda jadwal belajar. Sebagai pondasi, selalu makan makanan yang bergizi.
7. Waktu belajar tidaklah selalu diisi dengan mengisi pekerjaan rumah. Buatlah waktu untuk membaca sebuah materi pelajaran dua kali. Pertama, sebelum diterangkan guru supaya kita punya gambaran. Kedua, sesudah diterangkan guru supaya materi dapat terpatri lama di ingatan kita.
(dari; www.sekolahindonesia.com)
1. Perhatikan kapan waktu luang yang kita miliki. Waktu luang di sini adalah waktu yang membebaskan kita dari segala aktifitas sekolah, les tambahan atau kursus keterampilan.
2. Perhatikan juga kondisi yang menurut kita paling fit buat belajar. Misal di malam hari atau justru dini hari sebelum matahari terbit. Ingat lho, tidak semua waktu belajar tuh sama buat semua orang.
3. Catat semua waktu-waktu tersebut. Kita mulai atur waktu luang yang ada untuk porsi belajar dan rekreasi atau istirahat. Buatlah jadwal untuk mengatur waktu belajar, dan jangan lupa untuk menyesuaikan dengan pelajaran yang ada.
4. Sesi belajar ideal adalah 50 menit ditambah dengan waktu selingan untuk istirahat. Kalau sudah merasa bosan, buat variasi dalam belajar. Misal ganti lokasi belajar, atau ajak teman untuk belajar bareng.
5. Jaga motivasi belajar. Caranya bisa dengan membuat target atau mantapkan dalam mental kita kalau dengan belajar suatu materi baru berarti kemampuan kita akan bertambah.
6. Jangan lupa dengan kondisi badan. Kesehatan adalah segalanya. Kalau kita sakit, segala usaha yang sudah dikerjakan akan sia-sia. Maka dari itu, waktu untuk istirahat jangan lupa disertakan dalam agenda jadwal belajar. Sebagai pondasi, selalu makan makanan yang bergizi.
7. Waktu belajar tidaklah selalu diisi dengan mengisi pekerjaan rumah. Buatlah waktu untuk membaca sebuah materi pelajaran dua kali. Pertama, sebelum diterangkan guru supaya kita punya gambaran. Kedua, sesudah diterangkan guru supaya materi dapat terpatri lama di ingatan kita.
(dari; www.sekolahindonesia.com)
Pemanasan Global ?
PEMANASAN GLOBAL
Pemanasan global bisa diartikan sebagai menghangatnya permukaan Bumi selama beberapa kurun waktu. Ini adalah gejala alam yang normal sebenarnya. Kalau tidak mendapat pemanasan maka suhu di Bumi bisa menjadi dingin membeku seperti pada jaman es yang pernah terjadi 15.000 tahun lalu.
Pemanasan pada permukaan Bumi dikenal dengan istilah 'Efek Rumah Kaca' atau Greenhouse Effect. Proses ini berawal dari sinar Matahari yang menembus lapisan udara (atmosfer) dan memanasi permukaan Bumi.
Permukaan Bumi yang menjadi panas menghangatkan udara yang berada tepat di atasnya. Karena menjadi ringan, udara panas tersebut naik dan posisinya digantikan oleh udara sejuk.
Sebagian dari udara panas yang naik ke atas ditahan dan dipantulkan kembali ke permukaan oleh lapisan gas di atmosfer Bumi yang terdiri dari Karbon Dioksida, Metan dan Natrium Oksida. Udara panas yang dipantulkan tersebut berfungsi untuk menjaga temperatur Bumi supaya tidak menjadi beku. Proses pemantulan udara panas untuk menghangatkan Bumi inilah yang disebut dengan efek rumah kaca.
Tapi proses alam yang normal tersebut menjadi tidak sehat sejak manusia memasuki proses industri. Pada masa ini manusia mulai melakukan pembakaran batu bara, minyak dan gas bumi untuk menghasilkan bahan bakar dan listrik. Proses pembakaran energi dari Bumi ini ternyata menghasilkan gas buangan yang berupa karbon dioksida. Otomatis, kadar lapisan gas rumah kaca yang menahan dan memantulkan kembali udara panas ke Bumi menjadi semakin banyak.
Kalau Bumi terus menerus terkena pemanasan ini, bahaya besar lainnya akan muncul, atau bahkan sudah terjadi dan sedang kita rasakan saat ini. Efek pertama yang terjadi adalah tingginya temperatur udara. Masyarakat di Eropa Barat pada bulan-bulan kemarin sudah merasakan bagaimana tersiksanya hidup ketika suhu menjadi luar biasa panas. Jumlah korban yang meninggal akibat 'kepanasan' mencapai ratusan, belum terhitung yang harus mengalami rawat inap karena dehidrasi. Sungguh bukan masalah yang sepele.
Temperatur yang terus meningkat dapat melelehkan banyak salju di kedua kutub bumi dan gunung-gunung tertinggi dunia. Para ahli lingkungan sudah membuat laporan baru kalau saat ini salju dunia secara keseluruhan sudah berkurang 10%. Hasilnya adalah volume air yang mengalir ke lautan akan semakin tinggi yang otomatis menaikkan permukaan laut.
Pemanasan global, suhu udara meningkat, melelehnya salju dunia, serta naiknya permukaan laut pada akhirnya dapat menyebabkan perubahan iklim. Kita sekarang merasakan datangnya musim kemarau yang lebih lama dari seharusnya. Akibatnya air tanah menjadi langka karena belum mendapat pasokan baru dari hujan.
Jadi pemanasan global yang terjadi karena perbuatan manusia memang memiliki efek negatif yang tidak bisa dipandang sepele. Dan kita pun, suka tidak suka, tercatat sebagai salah satu pelakunya. Cobalah mulai sekarang kita ubah kebiasaan yang bisa mengurangi kadar gas karbon dioksida supaya tidak melebihi ambang batas. Caranya? Cukup memakai listrik seperlunya, memilih alat rumah tangga atau elektronik yang hemat energi, dan kalau bisa menanam pohon untuk menyerap gas karbon dioksida yang ada di udara.
(Dari: Sekolah Indonesia.com)
Pemanasan global bisa diartikan sebagai menghangatnya permukaan Bumi selama beberapa kurun waktu. Ini adalah gejala alam yang normal sebenarnya. Kalau tidak mendapat pemanasan maka suhu di Bumi bisa menjadi dingin membeku seperti pada jaman es yang pernah terjadi 15.000 tahun lalu.
Pemanasan pada permukaan Bumi dikenal dengan istilah 'Efek Rumah Kaca' atau Greenhouse Effect. Proses ini berawal dari sinar Matahari yang menembus lapisan udara (atmosfer) dan memanasi permukaan Bumi.
Permukaan Bumi yang menjadi panas menghangatkan udara yang berada tepat di atasnya. Karena menjadi ringan, udara panas tersebut naik dan posisinya digantikan oleh udara sejuk.
Sebagian dari udara panas yang naik ke atas ditahan dan dipantulkan kembali ke permukaan oleh lapisan gas di atmosfer Bumi yang terdiri dari Karbon Dioksida, Metan dan Natrium Oksida. Udara panas yang dipantulkan tersebut berfungsi untuk menjaga temperatur Bumi supaya tidak menjadi beku. Proses pemantulan udara panas untuk menghangatkan Bumi inilah yang disebut dengan efek rumah kaca.
Tapi proses alam yang normal tersebut menjadi tidak sehat sejak manusia memasuki proses industri. Pada masa ini manusia mulai melakukan pembakaran batu bara, minyak dan gas bumi untuk menghasilkan bahan bakar dan listrik. Proses pembakaran energi dari Bumi ini ternyata menghasilkan gas buangan yang berupa karbon dioksida. Otomatis, kadar lapisan gas rumah kaca yang menahan dan memantulkan kembali udara panas ke Bumi menjadi semakin banyak.
Kalau Bumi terus menerus terkena pemanasan ini, bahaya besar lainnya akan muncul, atau bahkan sudah terjadi dan sedang kita rasakan saat ini. Efek pertama yang terjadi adalah tingginya temperatur udara. Masyarakat di Eropa Barat pada bulan-bulan kemarin sudah merasakan bagaimana tersiksanya hidup ketika suhu menjadi luar biasa panas. Jumlah korban yang meninggal akibat 'kepanasan' mencapai ratusan, belum terhitung yang harus mengalami rawat inap karena dehidrasi. Sungguh bukan masalah yang sepele.
Temperatur yang terus meningkat dapat melelehkan banyak salju di kedua kutub bumi dan gunung-gunung tertinggi dunia. Para ahli lingkungan sudah membuat laporan baru kalau saat ini salju dunia secara keseluruhan sudah berkurang 10%. Hasilnya adalah volume air yang mengalir ke lautan akan semakin tinggi yang otomatis menaikkan permukaan laut.
Pemanasan global, suhu udara meningkat, melelehnya salju dunia, serta naiknya permukaan laut pada akhirnya dapat menyebabkan perubahan iklim. Kita sekarang merasakan datangnya musim kemarau yang lebih lama dari seharusnya. Akibatnya air tanah menjadi langka karena belum mendapat pasokan baru dari hujan.
Jadi pemanasan global yang terjadi karena perbuatan manusia memang memiliki efek negatif yang tidak bisa dipandang sepele. Dan kita pun, suka tidak suka, tercatat sebagai salah satu pelakunya. Cobalah mulai sekarang kita ubah kebiasaan yang bisa mengurangi kadar gas karbon dioksida supaya tidak melebihi ambang batas. Caranya? Cukup memakai listrik seperlunya, memilih alat rumah tangga atau elektronik yang hemat energi, dan kalau bisa menanam pohon untuk menyerap gas karbon dioksida yang ada di udara.
(Dari: Sekolah Indonesia.com)
Supaya Anak Suka Belajar
1. SUASANA YANG MENYENANGKAN
adalah SYARAT MUTLAK yang diperlukan supaya anak suka belajar. Menurut hasil penelitian tentang cara kerja otak, bagian pengendali memori di dalam otak akan sangat mudah menerima dan merekam informasi yang masuk jika berada dalam suasana yang menyenangkan.
2. Membuat ANAK SENANG BELAJAR
adalah JAUH LEBIH PENTING daripada menuntut anak mau belajar supaya menjadi juara atau mencapai prestasi tertentu. Anak yang punya prestasi tapi diperoleh dengan terpaksa tidak akan bertahan lama. Anak yang bisa merasakan bahwa belajar adalah sesuatu yang menyenangkan akan mempunyai rasa ingin tahu yang besar, dan sangat mempengaruhi kesuksesan belajarnya di masa yang akan datang.
3. Kenali tipe dominan CARA BELAJAR ANAK,
apakah tipe AUDITORY (anak mudah menerima pelajaran dengan cara mendengarkan), VISUAL (melihat) ataukah KINESTHETIC (fisik). Meminta anak secara terus menerus belajar dengan cara yang tidak sesuai dengan tipe cara belajar anak nantinya akan membuat anak tidak mampu secara maksimal menyerap isi pelajaran, sehingga anak tidak berkembang dengan maksimal.
4. Belajar dengan JEDA WAKTU ISTIRAHAT
setiap 20 menit akan JAUH LEBIH EFEKTIF daripada belajar langsung 1 jam tanpa istirahat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak mampu melakukan konsentrasi penuh paling lama 20 menit. Lebih dari itu anak akan mulai menurun daya konsentrasinya. Jeda waktu istirahat 1-2 menit akan mengembalikan daya konsentrasi anak kembali seperti semula.
5. Anak pada dasarnya mempunyai naluri ingin mempelajari segala hal yang ada di sekitarnya. Anak akan menjadi SANGAT ANTUSIAS dan SEMANGAT untuk belajar jika isi/materi yang dipelajari anak SESUAI DENGAN PERKEMBANGAN ANAK. Anak akan menjadi mudah bosan jika yang dipelajari terlalu mudah baginya, dan sebaliknya anak akan menjadi stress dan patah semangat jika yang dipelajari terlalu sulit.
Monday, April 21, 2008
UAN SD
Tips Dan Trik Untuk Lulus UAN dan UAS, Diantaranya :
- Berdoa memohon Kepada Alloh SWT Sebelum Belajar
- Rajin - Rajin Belajar
- Jangan Lupa Minta Doa Restu Kedua Orang Tua Dan Guru
- Hindari Menonton Televisi Yang Berlebihan
- Kurangi Berpergian Yang Tidak Terlalu Penting
- Jaga Kesehatan
- Jangan Terpancing Isu, Bahwa Soal Sudah Bocor
- Tingkatkan Rasa Percaya Diri
- Jangan Lupa Menulis Dan Mengisi Data-Data Pada Kertas Ujian
Subscribe to:
Posts (Atom)